Tuesday, 5 March 2013

Syeikh Abdul Qodir Jailani

KEDUDUKAN WALI QUTUB SYEIKH ABDUL QODIR JAILANI
Minggu, 18 Maret 2012 03:18 .Photo : Ilustration
Oleh : Mu'allim Muhammad Luthfi Zulfikar, S. Pdi
Kedua Telapak Kakiku ada di punggung setiap Wali Allah Bismilahirrohmaanirrohiim Alhamdu Lilaahi Robbil”aalamiin Asholaatu Wasalaamu ‘ala Sayyidil Mursaliin, Sayidinaa wa Maulanaa Muhammadin wa ‘alaa AaliHi wa ShohbiHi wa ‘alainaa ma’ahum AmiinB Al-Hafid Abu Izza Abdul Mughist bin Harb Al-Baghdadi dan yang lainnya berkata ”
Kita biasa hadir di majelis Syeh Abdul Qodir di ribathnya di Baghdad. Umumnya yang menghadiri majelis beliau adalah para Syaikh Iraq diantaranya ; Syaikh Alibin Hiti, Baqa bin Bathu’, Abu Sa’id Al-Qailawi, Musa bin Mahin , Abu NajibAssahrawardi, Abu karam, Abu Umar, Utsman Al Qursyi, Makarim al-Akbar, Mathar, Jaakir, Khalifah, Shidqah, Yahya Murtasyi, Ad-diya Ibrahim al-Juwaini, Abu Abdulah Muhammad al-Qazwaini, dan masih banyak lagi selanjutnya klik di siniAbu Ustman, Umar Ak-Batiahi, Qadib Al- Baan, Abul Abas Ahmad Al-Yamani, Abu Abas Ahmad Al-Qazwaini beserta muridnya Daud yang selalu melaksanakan Shalat fardhu di Makkah, Abu Abdulah Muhammad Al-Khas, Abu Umar, Ustman Al-Iraqi As-Syauki, yang konon merupakan salah seorang Rijal Ghaib ….dan lain sebagainya.
Dalam kondisi Spiritual sang Syaikh berkata “Kakiku ini ada di punggung setiap Wali”. Begitu mendengar tersebut Syeh Ali ASl-Hiti langsung bangkit dan meletakkan kaki Syeh Abdul Qodir Al-Jailani di pundaknya. Begitu pula dengan yang lain, mereka telah mengulurkan pundaknya untuk melaksanakan hal tersebut.
Syeh Ali bin Abi Barakat Shakr bin Shakr meriwayatkan bahwa ia pernah mendengar ayahnya pernah berkata “Aku penah berkata kepada pamanku Syeh Uday bin Musafir." Sepanjang pengetahuan anda selain Syeh Abdul Qodir Al-Jailani adakah para ulama terdahulu yang berkata "Kedua kakiku ini ada di pungggung setiap Wali Allah?" “Tidak” jawabnya. "Jika memang demikian sambungku, lalu apa makna dari perkataan tersebut ?" Beliau berkata “itu artinya Syeh Abdul Qodir telah mencapai maqom wali Afrod . ‘Tapi bukankah di setiap generasi terdapat Wali Afrad bantahku lagi. “Benar tapi tidak ada seorangpun yang diperintahkan oleh Allah untuk mengucapkan kalimat ini.” jawabnya. "Jadi memang beliau diperintahkan untuk mengucapkan kalimat tersebut ? tanyaku. "ya" jawab beliau.
Kemudian beliau berkata "karena adanya perintah tersebut mereka meletakkan kepala . Bukankah engkau mengetahui bahwa para Malaikat as bersujud kepada Adam karena adanya perintah kepada mereka untuk melaksanakan hal tersebut." Syeh Baqa bin Bathu An-Nahri Al-Maliki berkata ” Syeh Abdul Qodir berkata "kedua kakiku ini berada di setiap punggung Wali Allah’”.
Berkenaan dengan itu Syeh Ibrahim dan Syeh Abi Hasan Ali Arrifa’i al-Bathiahi meriwayatkan bahwa ayahnya pernah bertanya kepada pamannya Syeh Ahmad Arrifa’i "apakah pernyataan Syeh Abdul Qodir : kedua telapak kakiku ini berada di punggung setiap wali Allah berdasarkan perintah atau tidak?" Pernyataan tersebut berdasarkan perintah jawab beliau.
Dalam sebuah riwayat yang dinisbatkan kepada Syeh Abi Bakaw bin Hawwar menyatakan bahwa beliau pernah berkata di majelisnya ,”Nanti akan muncul di Iraq seorang non-arab yang memiliki kedudukan yang tinggi di sisi Allah dan manusia. Namanya Abdul Qodir dan tinggalnya di Baghdad, Dia akan berkata, ”Kedua kakiku ini berada di setiap punggung Wali Allah. dan setiap wali akan mengakui bahwa beliau adalah wali Afrad pada zamannya." Sulthon Auliya dan Syaikh Islam Izzuddin bin Abdissalam berkata, ”Belum pernah kemutawatiran riwayat tentang sebuah karomah yang sampai kepada kami sebanding dengan kemutawatiran karomah Syeh Abdul Qodir Al Jailani .Beliau adalah orang yang berpegang teguh kepada Syari’ah, menyeru orang-orang untuk melaksanakan syari’ah, dan menghindarkan diri dari yang dilarang olehNya. Beliau berbaur dengan masyarakat sambil terus menerus beribadah dan beliau bisa mencampurkannya dengan sesuatu yang menyibukkan beliau seperti menikah dan memiliki keturunan. Barang siapa yang mengikuti jalan ini maka ia lebih sempurna daripada yang lain. Ditambah lagi apa yang dinyatakan di atas merupakan karakter dari Rosulullohi SAW. Diantara karomah beliau adalah pernyataan beliau "Kedua telapak kakiku ini berada di setiap punggung Wali Allah. Hal tersebut dikarenakan kesempurnaan beliau tidak tertandingi pada masa itu yang tidak diragukan lagi menjadikannya berhak mendapatkan kehormatan tersebut."
Syeh Mathar meriwayatkan, “Suatu hari ketika saya sedang berada di Zawiyah Syeh Abu Wafa’, guruku, di daerah Qailamaya beliau berkata kepadaku : Ya Mathar tutup pintu, jika ada seorang pemuda Ajam (non Arab) datang memohon untuk masuk maka jangan diberi dia ijin." Akupun melaksanakan perintah beliau. ternyata yang datang adalah Syeh Abdul Qodir yang pada waktu itu masih seorang pemuda. Beliau mohon ijin untuk masuk namun Syeh Abu Wafa’ tidak mengijinkannya masuk. Saat itu aku melihat Syeh Abu Wafa’ berjalan hilir mudik dalam zawiyah dengan gelisah. Setelah itu beliau mengijinkannya untuk masuk. Ketika Syeh Abu Wafa’ melihat Syeh Abdul Qodir beliau melangkah mendekat dan memeluknya beberapa lama seraya berkata ‘Abdul Qodir‘ demi Yang Maha Agung aku tidak mengijinkanmu masuk pertama kali bukan karena keinginan zalim terhadap hakmu akan tetapi karena takut terhadap dirimu. Akan tetapi setelah aku ketahui bahwa engkau ingin belajar kepadaku dan menaatiku, baru aku merasa aman.
Syaikh Abdurrahman At-Tahfsunaji berkata, “Saat Syeh Abdul Qodir datang ke Zawiyah Tajul ‘Arifin Abu Wafa’ beliau berkata kepad para muridnya "Berdiri dan sambutlah Wali Allah". Pernyataan ini mungkin terjadi pada saat Syeh Abdul Qodir sedang berjalan menuju beliau atau dikeluarkan kepada mereka yang belum bediri ketika Syeh Abdul Qodir datang. Ketika beliau megulang-ulang perintah tersebut, seorang muridnya bertanya kepada beliau sebab pernyataan tersebut. Beliau menjawab, “Pada saatnya nanti pemuda ini akan menjadi sandaran baik golongan khas maupun awam. Aku seakan akan melihatnya sedang berbicara di depan khalayak , ”Kedua telapak kakiku ini berada di punggung setiap Wali Allah”. Dan pernyataan itu benar adanya. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa beliau adalah Qutb mereka pada saat itu.
Barang siapa berjumpa dengannya pada saat itu, berkhidmad-lah kepadanya. Syaikh musallamah bin Naimah As-Saruji ketika ditanya tentang siapakah Qutb itu, beliau menjawab, “Beliau sekarang ada di Makkah, bersembunyi dan hanya diketahui oleh orang-orang saleh. Dan akan muncul di sini (Iraq) seorang pemuda ‘ajam yang mulia bernama Abdul Qodir. Akan tampak dari beliau beberapa Karomah yang luar biasa. Beliau adalah Qutb waktunya dan Ghauts Zamannya. Beliau akan berkata di hadapan orang-orang “Kedua telapak kakiku ini ada di punggung setiap Wali Allah”, dan para Wali akan merendahkan punggungnya kepada beliau. Allah akan memberikan manfaat darinya dan dari karomahnya kepada siapa saja yang mempercayainya.
Syaikh Ali Al-Hiti meriwayatkan, “Ketika Syaikh Abu Wafa sedang berbicara di dalam majelis, masuklah Syeh Abdul Qodir. Beliau memerintahkan para murid untuk mengeluarkannya dan meneruskan ceramahnya. Kemudian untuk yang ke tiga kalinya Syeh Abdul Qodir kembali masuk ke pengajian tersebut." Kali ini Syaikh Abu Wafa’ turun dari kursinya tempat menyampaikan pengajaran lalu memeluk beliau dan menciumi dahinya seraya berkata, "Para penduduk Baghdad, berdirilah demi Wali Allah ini. Perintahku untuk mengusirnya tidak lain agar kalian mengetahuinya bukan untuk menghinanya. Betapa mulia seorang hamba yang kibaran panji di atas kepalanya melingkupi timur dan barat." Kemudian beliau berkata kepada Syeh Abdul Qodir, “Abdul Qodir, masa sekarang milik kami, dan kelak akan menjadi milikmu. Aku serahkan kepadamu Iraq. Semua ayam akan berkokok dan berhenti kecuali kokokan ayammu yang tidak akan berhenti hingga hari kiamat." Setelah itu beliau memberikan sajadah, baju, tasbih , tempat makan dan tongkatnya kepada Syeh Abdul Qodir. "Ambil semua itu dengan bai’at saran seseorang kepadanya."
Namun Syaikh Abu Wafa’ berkata, "di dahinya terdapat bai’at Al-Makhzuumi." Setelah majelis tersebut selesai, Taajul ‘arifiin Syaikh Abu Wafa’ turun dan duduk di akhir tangga tempatnya mencapaikan ceramah seraya menggenggam tangan Syeh Abdul Qodir dan berkata, "sekarang adalah waktumu. Jika beliau datang aku selalu teringat akan kisah ini dan kemuliaan beliau." Syaikh Umar Al-Bazaar berkata, “tasbih yang diberikan Syaikh Abu Wafa kepada beliau dapat berputar sendiri biji-bijinya jika diletakkan di atas tanah. Setelah belliau meninggal dunia, tasbih tersebut menjadi milik Syaikh Ali bin Al-Hiti. Begitu juga dengan tangan orang yang menyentuh tempat makan yang diberikan Syaikh Abu Wafa’ kepada beliau akan bergetar hingga bahunya”.
Syaikh Muhammad Yusuf Al-Aquuli berkata, ”Aku berniat berziarah kepada Syeh Uday Bin Musafir. Ketika aku menghadap, beliau bertanya kepadaku "dari mana anda ?" Aku adalah salah seorang murid Syeh Abdul Qodir ‘ Jawabku. Mendengar jawabanku beliau berkata "Bagus, Qutb-Al arda (bumi) yang dengan pernyataannya “Kedua telapak kakiku ini ada di punggung setiap Wali Allah “ menjadikan 300 Wali dan 700 orang-orang Gaib yang berjalan di bumi maupun yang terbang, mengulurkan pundak mereka kepadanya dalam satu waktu”. Kemudian aku menziarahi Syeh Ahmad Rifa’i dan menceritakan kepadanya apa yang dikatakan oleh Syeh Uday saat itu dan beliau berkata “sungguh tepat apa yang disampaikan beliau (Syeh Uday). Syaikh Majid Al Kurdi berkata,” saat Syeh Abdul Qodir mengatakan pernyataan di atas, semua wali di bumi pada saat itu merendahkan lehernya sebagai tanda pengakuan mereka terhadap beliau. Dan tidak ada segolongan jin soleh pun yang tidak datang menghadapnya untuk bertobat dan mengakui beliau hingga mereka berdesak-desakan di pintu rumahnya.
Riwayat ini disetujui oleh Syaikh Mathar. Kemudian beliau berkata, “Aku bertanya kepada Syaikh Abdullah bin Sayyidina Syeh Abdul Qodir Al-Jailani, "apakah engkau menghadiri majelis saat ayahmu berkata,’ kedua telapak kakiku ini berada di punggung setiap wali Allah , ‘ya’ jawabnya. Kemudian ia berkata,’ yang hadir pada saat itu sekitar 50 orang syaikh’. Ketiks beliau masuk ke dalam rumahnya, yang tersisa hanya Syaaikh Makarim, Syaikh Muhammad Al-Khas, dan Syaikh Ahmad Al-‘Aarini. ‘kamipun duduk dan berbincang-bincang’ ujarnya. Syaikh Makarim berkata, “Allah memperlihatka kepadaku pada saat itu semua orang yang memiliki panji kewalian di muka bumi mengakui panji kequthuban di tangan beliau dan mahkota ghoutsiah di atas kepala beliau dan jubah otoritas total atas segala yang wujud/eksis , untuk mengangkatnya menjadi Wali atau menurunkannya sesuai syariat dan hakikat. Dan aku mendengar eliau berkata ,”kedua telapak kakiku ini berada di punggung setiap Wali Allah yang akan menundukkan kepala dan merendahkan dirinya kepada beliau bahkan termasuk di dalamnya para abdal yang sepuluh, usltan masa tersebut Masih berkenaan dengan pernyataan Sang Syaikh, Syeh Abu Sa’id Al-Qailawi berkata “ketika Syeh Abdul Qodir mengatakan ‘kedua telapak kakiku ini ada di setiap punggung Wali Allah’ , Allah Tajalli dalam jiwa beliau.
Kemudian sekelompok malaikat datang membawakan jubah kebesaran Rosululloh SAW untuk dipakaikan kepada beliau di hadapan para Wali terdahulu maupun yang akan datang.-yang hidup datang dengan jasadnya, yng sudah meninggal datang dengan ruhnya. Para malaikat dan Rijal Al-Ghaib mengelilingi majlisnya dan berbaris ber shaf-shaf di udara , begitu banyak jumlahnya hingga seluruh ufuk penuh dengan kehadiran mereka. Dan semua Wali yang ada di muka bumi ini menundukkan kepala untuk beliau”. Syeikh Kholifah Al Akbar bercerita “Saat aku bertemu dengan Rosululloh SAW dalam mimpi aku bertanya kepad beliau ,’ Yaa Rosululloh Syeh Abdul Qodir trlah berkata ‘Kedua telapak kakiku ini ada di punggung setiap Wali Allah ‘ Beliau menjawab ‘Yang diucapkan oleh beliau adalah benar. Bagaimana mungkin tidak benar apabila dia adalah Qutb (para wali) dan aku (Rosululloh SAW yang mengawasinya.
Di hari Jum’at 3 Ramadan 599 H. seorang pria datang menghadap Syeh Hayyan bin Qis Al-Harani di masjid Al Hiran memohon Khirqah (jubah kesifian tanda bai’at) kepada beliau. “Dalam dirimu talah terdapat tanda selain aku’ kata beliau kepadanya. orang itu berkata, ‘benar aku pernah bertemu Syeh Abdul Qodir namun tidak ber bai’at kepada beliau”. Syeh Hayyan berkata “selama beberapa waktu kita telah hidup di bawah bayangan kehidupan Syeh Abdul Qodir Al Jailani. Telah kita meminum gelas-gelas kebahagiaan dari mata air pengetahuan beliau. dan Dari Beliau diperoleh rahasia para Wali menurut tingkatan mereka.
Suatu saat Syeh Lulu Al Armani ketika bertemu dengan Syeh Atha’ Al-Masri, beliau meminta untuk menyebutkan para gurunya. Syeh Lulu berkata ,”Atha’ guruku adalah Syeh Abdul Qodir Al Jailani yang menyatakan “kedua telapak kakimku ini ada di punggung setiap Wali Allah .Dan pada saat beliau selesai mengucapkan hal tersebut tercatat 313 Wali Allah dari segala penjuru dunia menundukkan kepala meeka , 17 orang berada di Haramain , 60 orang di Iraq, 40 orang di negeri non Arab, 40 orang di Syam, 20 orang di mesir, 27 orang di Maroko, 11 orang di Habsyah, 7 orang di tembok penahan Ya’juj dan Ma’juj, 7 orang di Wadi Sarandib, 47 orang di gunung Qof, 20 orang di daerah teluk. Dan banyak yang besaksi bahwa pernyataan tersebut diucapkan berdasarkan perintah Allah.
Kemudian beliau melanjutkan. ”Aku sendiri melihat para Wali di timur maupun di barat merundukkan kepala mereka kepada Syeh Abdul Qodir kecuali seorang Wali di daerah luar Arab yang kemudian hilang tanpa bekas. Diantara mereka yang merundukkan kepalanya kepada beliau adalah Syeh Baqa’ bin Bathu’ , Syeh Abu Sa’id Al-Qaylawy , Syeh Ahmad Arrifa’y yang dalam sebuah riwayat memanjangkan lehernya dan melihat punggungnya seraya berkata,’Memang ada di punggungku’. Saat di tanya mengenai perkataannya itu, beliau berkata,’saat ini di Baghdad, Syeh Abdul Qodir sedang berkata ,’ Kedua telapak kakiku ini ada di punggung setiap Wali Allah‘. Termasuk diantara mereka yang menundukkan kepala kepada beliau adalah Abdurrahman Athafsunaji, Abu Najib Assahrawardi, yang mengangguk-anggukkan kepalanya ketika mendengar hal tersebut seraya berkata’di atas kepalaku. Musa Al Jazuli, Musa Al Harani, Abu MUhammad bin ‘Abd, Abu Umar, Ustman bin Marzuq , Abu Al-Karam , Majid Al Kurdi , Suwaid Annajari, Ruslan Addimasqi, yangmenundukkan kepalanya di Damaskus seraya berkata kepada para muridnya ‘Allah memiliki mutiara yaitu orang yang minum dari lautanAl Quds dan duduk di permadani ma’rifah serta menyaksikan keMaha Agungan Rububiyah / ketuhanan dan ke Maha Besaran Wahdaniyah (ketunggalan).
Sifat (kemanusiaannya) lenyap saat menyaksikan keMaha Besaran Nya Eksistensinya lebur saat menyaksikan ke-WibawaanNya Maka dipakaikannya kepadanya jubah keacuhan (terhadap dunia) dan ditempatkan di puncak tangga Al-Inayah hingga beliau mencapai maqom yang telah ditentukan dan didudukkan di puncak ruh Azaly . Dia berbicara dengan hikmah dari lembaran-lembaran cahaya, bercampur dengan kepekatan rahasiaNya. Hilang kesadarannya ketika berada di Hadirat Allah dan tidak pernah terputus dengan Allah ketika Ia kembali sadar. Berdiri dengan penuh rasa malu, berbicara dengan tawadhu’ mendekatkan diri dengan penuh kerendahan, berbicara dengan kemuliaan , baginya ucapan selamat dan salam terbaik adalah berasal dari Tuhannya. ‘Apakah di dunia ini ada orang yang memiliki ciri seperti itu ?’ tanya seseorang kepada beliau ’Ada, dan Syeh Abdul Qodir pemimpin mereka’jawab beliau.
Di Maroko (Maghrib) Syaikh Abu Madin (setelah mendengarkan pernyataan Syaikh Abdul Qadir ) memanjangkan lehernya dan berkata, ‘benar dan aku salah seorang dari mereka. Yaa Allah aku bersaksi kepadaMu dan kepada para MalaikatMu bahwa aku mendengar dan patuh’. Kemudian termasuk diantara mereka adalah Syaikh Abu Na’im AL-Maghribi, Syaikh Abu Umar dan Utsman bin Marwazih Al-Bathiahi, Syaikh Makarim, Syaikh Khalifah, Syaikh Uday bin Musafir. Pada saat beliau mengucapkannya banyak orang yang melihat rombongan orang yang terbang di udara untuk menghadap beliau berdasarkan perintah Khidir as. Dan setelah mengucapkan selamat, seorang wali berkata kepada beliau, ‘wahai raja zaman, penguasa tempat, pelaksana perintah Sang Maha Pengasih, pewaris kitab Allah dan wakil RasuluLlah SAW, yang dianugerahi langit dan bumi, yang menjadikan seluruh orang pada masanya sebagai keluarganya, yang doanya dapat menurunkan hujan, dan berkahnya menghilangkan mendung, yang menjadikan kepala orang yang menghadapnya tertunduk, yang makhluk gaib hadir di hadapannya sebanyak 40 shaf, dengan 70 orang Gaib pada setiap shaf, yang ditelapak tangannya tertulis bahwa dia tidak akan mendapat makar dari Allah, dan di umurnya yang ke dua puluh para malaikat berputar di sekelilingnya serta menyampaikan kabar gembira kewalian beliau’.
Pada suatu masa, air sungai dajlah meluap dan membanjiri Baghdad. Orang-orangpun mendatangi beliau memohon pertolongannya. Sambil membawa tongkatnya beliau berjalan menuju tepian sungai dan menancapkannya di batas air seraya berkata, “cukup sampai di sini” dan saat itu pula air sungai tersebut menyurut. Syaikh Abdullah Dzayyal berkata, “suatu saat ketika berada di madrasah beliau di tahun 560 H aku melihat beliau memegang tongkat. Saat itu aku berharap aku dapat melihat karamah yang keluar dari tongkat tersebut. Beliau kemudian memandang ke arahku sambil tersenyum lalu menancapkan tongkatnya ke tanah, seketika itu pula cahayanya menyembur dari tanah, menembus awan dan menjadikan langit terang benderang beberapa saat. Beliau kemudian mencabutnya kembali dan keadaan pun kembali seperti semula. Beliau berkata kepadaku, ‘Dayyal, bukankah ini yang engkau kehendaki’”. Syaikh Abu Taqy Muhammad bin Al-Azhar Ash-Shariifni berkata, “selama setahun penuh aku memohon kepada Allah untuk dapat melihat salah seorang dari rijal Al-Ghaib. Pada suatu malam aku bermimpi bertemu dengan seorang pria saat sedang menziarahi makam Imam Ahmad bin Hambal.
Terbetik dalam hatiku bahwa beliau adalah salah seoraang rijal Al-Ghaib. Akupun terbangun dan sengan harapan dapat bertemu dengannya, akupun pergi ke makam Imam Ahmad bin Hambal. Aku bertemu dengan orang yang ada di dalam mimpiku di sana. Saat beliau keluar aku mengikutinya hingga sampai ke tepi sungai Dajjlah. Di tepian tersebut beliau menarik tepian sungai tersebut hingga keduanya hanya berjarak satu langkah dan menyeberanginga. Aku memohon kepadanya untuk berhenti dan berbicara kepadaku. Aku bertanya, “apa mazhabmu ?”. “Aku bermazhab Hanafi, seorang muslim dan bukan musyrik”. Jawab beliau. Kemudian hatiku seakan – akan berkata, ‘pergi ke Syaikh Abdul Qadir dan ceritakan apa yang engkau alami’.
Akupun mengunjungi sang Syaikh. Setibanya aku di pintu madrasah, beliau berkata dari dalam rumah tanpa membuka pintunya, ‘yaa Muhammad, saat ini hanya dialah seorang wali yang bermazhab Hanafi di muka bumi ini’. Suatu saat beliau naik ke atas kursi tempat beliau mengajar, tidak berbicara dan tidak menyuruh pembaca kitab untuk membacakannya. Dan orang-orang yang hadir memasuki kondisi ektase dan perkara yang agung memasuki mereka. Salah seorang yang hadir bertanya dalam hati, “apa ini ?”. Beliau berkata, “seorang muridku datang dengan satu langkah dari baitul Muqaddas kemari untk bertaubat dan semua yang hadir pada saat ini dianggap sebagai tuan rumahnya. “Dalam hatinya orang tersebut berkata, “jadi siapa yang mengalami kondisi seperti ini adalah mereka yang bertaubat ?”. Pernyataan tersebut dijawab sang Syaikh, jangan engkau berharap kepadanya. Dia datang kepadaku dan memintaku untuk mengajarinya jalan untuk mencinta”.
Pernah suatu saat Syaikh Abdul Qadir berjalan di atas udara di depan banyak orang dan berkata, “Matahari selalu menyampaikan salam kepadakusetiap ia ingin terbit. Demikian pula halnya dengan hari, bulan dan tahun. Mereka –juga- menginformasikan kepadaku tentang apa tentang apa yang terjadi. Di beberkan kepadaku Lauh Al-MahfudzI tentang siapa yang mendapatkan kesenangan dan siapa yang mendapatkan kesusahan. Aku tenggelam dalam lautan Ilmu dan Musyahadah –Nya. Aku adalah sandaran kalian dan wakil RasuluLlah SAW di muka bumi”. Syaikh Abdul Qadir berkata, “Setiap wali berada di bawah telapak kaki para Nabi dan aku berada di bawah telapak kaki kakekku RasuluLlah SAW. Semua tempat yang aku injak maka bekasnya akan emnjadi telapak kaki Nabi.” Syaikh Abdul Qadir berkata, “Aku adalah Syaikh bagi para manusia dan jin.” Di lain kesempatan beliau berkata, “jika kalian bertanya kepada Allah, tanyakan aku kepadaNya. Wahai penduduk bumi, dari timur hingga barat, kemarilah dan belajar dariku. Wahai penduduk Iraq, Ahwal –kondisi spiriutal- yang kumiliki seperti baju yang tergantung di rumah. Baju manasaja yang engkau pilih akan aku pakaikan kepadamu. Hendaknya kalian menyampaikan salam atau akan aku bawakan pasukan tiada tanding. Hai saudara, berkelanalah 1000 tahun agar engkau dapat mendengarkan perkataanku. Saudara, kewalian dan beberapa derajad spiritual ada di sini, di majlisku. Semua Nabi yang diciptakan Allah dan semua wali menghadiri majlisku baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dunia. Yang masih hidup dengan fisik mereka sedangkan yang sudah meninggal dunia dengan rohnya. Saudara sekalian tanyakan diriku kepada Munkar dan Nakir ketika mendatangi kalian (di kubur) maka mereka akan menceritakan diriku kepada kalian.” Abu Ridho, pelayannya meriwayatkan, dalam suatu kesempatan Syaikh Abdul Qadir berbicara tentang roh.
Di tengah penjelasan, beliau diam, duduk dan kemudian bangkit kembali seraya bersenandung. Rohku telah diciptakan dengan hikmah dalam ke-qadiman, sebelum ia mewujud, ketika ia dalam ketiadaan sekarang, bukankah suatu kebaikan setelah aku mengenal kalian lalu aku pindahkan kakiku dari jalan hawa kalian. Di lain riwayat, Abu Ridho bercerita, “suatu hari beliau menjelaskan tentang cinta. Tiba-tiba beliau bangkit dan diam. Lalu beliau berkata, ‘Aku tidak akan berbicara kecuali dengan 100 dinar.’ Orang-orangpun menyerahkan kepada beliau apa yang beliau minta. Kemudian beliau memanggilku dan berkata, ‘pergilah engkau ke pekuburan Syunuziyah dan cari seorang syaikh yang sedang bermain-main dengan kayu lalu berikan emas ini kepadanya dan bawa ia kepadaku’. Kemudian akupun pergi dan menemukan syaikh yang beliau maksud sedang berdiri dan memain-mainkan tongkat kayu. Akupun mengucapkan salam dan menyerahkan emas tersebut kepadanya. Dia berteriak dan jatuh pingsan. Saat beliau sadar aku bertanya kepadanya, ‘Syaikh, Syaikh Abdul Qadir ingin bertemu denganmu’. Beliau kemudian bangkit dan menemui Syaikh Abdul Qadir.
Setibanya di sana Syaikh Abdul Qadir memberikan perintah untuk menaikkannnya di kursi tempat beliau mengajar dan meminta orang tersebut untuk menceritakan kisahnya. Dia berkata, ‘Tuanku, sewaktu aku masih muda aku adalah seorang penyanyi bagus yang dikenal banyak orang. Tetapi setelah aku tua, tidak ada seorangpun yang memperhatikan aku. Aku pergi dari Baghdad dan berkata dalam hati, “aku tidak akan menyanyi kecuali untuk yang mati”. Saat aku mengelilingi kuburan ini, aku duduk di salah satu kuburan yang ternyata telah terbelah dan nampak kepala mayat yang ada di dalamnya. Mayat tersebut berkata kepadaku, “Mengapa engkau menyanyi untuk orang-orang mati, bernyanyilah untuk Yang Maha Hidup sekali maka Dia aakn memberikan kepadamu apa yang engkau inginkan”. Akupun jatuh pingsan, dan setelah tersadar aku berkata Tuhanku, aku persiapkan apa yang aku miliki untuk hari pertemuan dengan-Mu, kecuali pengharapan hati dan ucapan mulutku. Memang, sudah asalnya para pengharap mengharapkan harapan dan mereka akan bersedih apabila engkau menolaknya Jika hanya golongan Muhsin yang boleh berharap kepadaMu, lalu kepada siapa si pendosa berlindung dan melarikan diri. Ubanku membuatku jelek di hari penghabisan dan perjumpaan denganMu, semoga engkau menyelamatkan aku dari apiku. Saat aku berdiri, pelayan anda datang membawakan emas ini”.
Sambil mematahkan tongkat kayu yang ada di tangannya dia berkata, sekarang aku bertobat kepada Allah’. Usai mendengarkan kisah tersebut, Syaikh Abdul Qadir berkata, “Yaa fuqara’ , jika kejujuran (orang ini) terhadap sesuatu yang sia-sia saja menyebabkannya memperoleh apa yang ia inginkan, apalagi dengan para sufi yang bersungguh-sungguh dalam kesufian, ahwal dan thariqahnya”. Kemudian beliau melanjutkan, “hendaklah kalian berlaku jujur, dan bersih hati. Tanpa keduanya, tidak mungkin seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Tuhannya. Apakah kalian tidak mendengar firman Allah, “Jika berbicara hendaklah kalian berkata jujur””. Saat beliau meminta 100 dinar, ada 40 orang mengantar jumlah yang sama kepada beliau. Beliau hanya mengambil dari satu oraang, dan setelah orang ini bertaubat, sisa dari uang pemberian tersebut beliau bagikan kepada orang-orang. Peristiwa hari itu menyebabkan 5 orang meninggal dunia. Al-Kaimani, Al-Bazaar, dan Abu Hasan Al-Ali yang dikenal dengan As-Saqazar bercerita bahwa pada hari Rabu tanggal 27 Sya’ban tahun 529 H. Syaikh Abdul Qadir bersama rombongan mengunjungi pekuburan Syunizi. Beliau berhenti di pekuburan Syaikh HammadAd-Dabbas agak lama kemudian menlanjutkan perjalanannya dengan muka berseri-seri.
Pada saat ditanya sebab lamanya beliau berhenti dan berseri-serinya muka Beliau, sang Syaikh menjawab, “Pada pertengahan bulan Sya’ban tahun 499 H aku bersama murid Syaikh Hammad mengikuti beliau keluar Baghdad. Setibanya di jembatan Yahud, beliau mendorongku sampai aku tercebur ke sungai-pada saat itu udara sangat dingin-kemudian mereka berlalu dan meninggalkanku. Aku berkata dalam hati, “Aku berniat mandi Jum’at”. Saat itu aku mengenakan jubah sufi dan di lenganku terdapat sebuah jubah lagi yang membuatku harus mengangkatnya agar tidak basah. Aku kemudian keluar dari air dan memeras jubah tersebut dan menyusul mereka dalam kondisi kedinginan hingga menusuk ke tulang. Melihat kondisiku, para murid bermaksud hendak menolongku namun beliau melarangnya seraya berkata, “Apa yang aku lakukan adalah untuk mengujinya, dan aku mendapatinya bagai gunung, kokoh tak bergerak”. “Hari ini aku melihat beliau dalam kubur memakai jubah dari cahaya bertabur permata. Di atas kepalanya terdapat mahkota dari Yakut. Di tangan kirinya terdapat gelang dari emas dan beliau memakai dua sandal dari emas. Tapi tangan kanannya hilang. ‘Ada apa dengan lengan ini ?’ tanya ku kepada beliau. Beliau menjawab, ‘inilah tangan yang aku pergunakan untuk mendorongmu’. Kemudian beliau berkata, ‘maukah engkau memaafkan perbuatanku itu ?’ ‘Ya’ jawabku. ‘jika demikian’ kata beliau, ‘mohonkan kepada Allah agar Dia mengembalikan lenganku seperti sedia kala’. Akupun memohonkan kepada Allah untuk itu dan pada saat itu 5000 wali turut memohon kepada Allah, mendukungku dari kubur mereka. Aku terus memohon kepada Allah hingga akhirnya Allah mengembalikann lengan kanannya dan beliau menjabat tanganku dengan tangan kanan tersebut. Dengan demikian sempurnalah kebahagiaannya dan kebahagiaanku.”
Ketika kabar tersebut tersebar di Baghdad para murid Syaikh Hammad beramai-ramai mendatangi sang Syaikh untuk meminta klarifikasi atas pernyataan tersebut. Setibanya di madrasah beliau, sebagai rasa hormat mereka kepada beliau, tidak ada seorangpun yang memulai pembicaraan. Beliaupun kemudian memulai pembicaraan dengan menerangkan maksud kedatangan mereka saat itu. Kemudian beliau berkata kepada mereka, “Kalian pilih dua orang. Insya Allah melalui mereka berdua akan jelas apa yang aku ucapkan”. Mereka kemudian memilih Syaikh Yusuf Al-Hamdani RA. Yang pada saat itu ada di Baghdad, dan Syaikh Abdurrahman AL-Kurdi yang memang tinggal di Baghdad. Mereka berdua termasuk orang-orang yang dianugerahi kasyf .’Kami serahkan urusan ini kepada kalian’ kata mereka kepada kedua Syaikh tersebut. ‘Bahkan kalian jangan beranjak dari tempat kalian berada sampai terbukti apa yang aku ucapkan’ kata beliau kepada mereka. Kemudian beliau menghentakkan kakinya ke tanah dan pada saat itu para sufi di luar telah berteriak memberitahu bahwa Syaikh Yusuf Al Hamdani RA telah datang dengan berjalan bertelanjang kaki sampai beliah masuk ke madrasah sang Syaikh.
Di sana beliau berkata, ‘Aku bersaksi bahwa Syaikh Hammad Ad-Dabbas berkata kepadaku, “Cepatlah datangi majlis Syaikh Abdul Qadir dan katakan pada para Syaikh yang hadir bahwa apa yang dikatakan oleh Syaikh Abdul Qadir adalah benar adanya’. Beliau sempat menamatkan perkataannya, Syaikh Abu Muhammad Abdurrahman Al-Kurdi datang dan beliau menyatakan pernyataan seperti yang dikatakan oleh Syaikh Yusuf Al-Hamdani RA. Setelah mendengarken pernyataan tersebut, mereka bangkit dan memohon maaf kepada Syaikh Abdul Qadir”. Seseorang berkata kepada beliau, “Kami berpuasa seperti yang Anda lakukan, dan melaksanakan shalat sepertiyang Anda lakukan. Tapi tidak ada satupun kondisi spiritualmu yang dapat kami lihat”. Beliau berkata, “kalian dapat bersaing denganku dalam hal melaksanakan amal, akan tetapi kalian tidak dapat bersaing denganku dalam hal anugerah yang diberikan kepadaku. Demi Allah, aku tidak akan makan sampai Allah berkata kepadaku, ‘Demi hak-Ku atas dirimu, makan’. Aku juga tidak minum sampai Allah berkata kepadaku, ‘Demi hak-Ku atas dirimu, minum’. Dan aku tidak akan melakukan sesuatu kecuali berdasarkan perintah Allah”.
Syaikh Abdul Qadir berkata, “Pada suatu ketika di masa mujahadahku (perjuangan) aku tertidur. Dalam tidur tersebut aku mendengar suara yang berkata kepadaku, ‘Ya Abdul Qadir, Kami tidak menciptakanmu untuk tidur. Kami telah hidupkan engkau maka jangan lupakan Kami’”. Syaikh Abu Naja Al-Baghdadi, pelayan Syaikh Abdul Qadir meriwayatkan bahwa pernah suatu ketika hutang sang Syaikh kepada beberapa orang telah mencapai 250 dinar, lalu datanglah oraaang yang tidak aku kenal dan masuk tanpa ijin lalu duduk dihadapan sang Syaikh. Dia mengeluarkan uang seraya berkata, “ini adalah pembayar hutang” kemudian ia pergi. Kemudian beliau memerintahkan agar uang tersebut dibagikan kepada yang berhak. Kemudian –kata Syaikh Abu Naja- ketika aku menanyakan siapa orang tersebut, sang Syaikh berkata, “Dia adalah yang berjalan menurut Al-Qadar”. “Siapa yang berjalan menurut Al-Qadar” tanyaku lagi. Beliau menjawab, “Dia adalah malaikat yang diutus Allah kepada para waliNya yang memiliki hutang untuk melunasi hutang-hutang mereka”. Syaikh Uday bin Abu Barakat meriwayatkan bahwa ayahnya meriwayatkan dari pamannya Syaikh Uday bin Musafir. Beliau berkata, “suatu ketika saat Syaikh Abdul Qadir memberikan pengajaran, turunlah hujan yang membuat orang-orang berpencar. Sang Syaikh menengadahkan kepalanya kep arah langit dan berkata, ‘Aku mengumpulkan mereka untukMu dan Engkau cerai beraikan mereka seperti ini’. Seketika itu pula hujan berhenti, tidak ada satu tetespun air yang turun di majlis tersebut sedangkan di luar madrasah hujan tetap lebat”.
Syaikh AbdulLah Al-Jaba’I meriwayatkan, “ Pada suatu hari Syaikh Abdul Qadir sedang berbicara tentang bagaimana menghilangkan ujub. Tiba-tiba Beliau memalingkan Muka Beliau kepadaku dan berkata, ‘Apabila engkau melihat sesuatu yang berasal dari Allah dan hal tersebut menggiringmu untuk melakukan kebaikan serta engkau dapat melepaskan dirimu dari (meminta) penjelasan akan hal tersebut maka engkau telah lepas dari sifat ujub’”. Syaikh orang-orang sufi, Syaikh Syihabuddin Umar As-Sahrawardi berkata, “Dulu saat aku masih muda, aku menenggelamkan diriku untuk mempelajari ilmu kalam. Aku hafal berbagai karangan dalam bidang tersebut dan segera menjadi seorang pakarnya. Pamanku telah memperingatkanku akan hal tersebut namun aku tidak mempedullikannya, sampai suatu hari aku dan dia menziarahi Syaikh Abdul Qadir. Beliau berkata kepadaku, ‘’Umar, Allah SWT berfirman, ‘Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu mengadakan pembicaraan khusus dengan Rasul hendaklah kamu mengeluarkan sedekah (kepada orang miskin), sebelum pembicaraan itu’. Kami adalah orang-orang yang kalbunya selalu mendapatkan bisikan dari Allah. Sekarang lihatlah posisimu di hadapan Allah agar engkau dapat melihat keberkahan melihat-Nya”. “ketika kami sudah duduk bersamanya, pamanku berkata kepada beliau, ‘Kemenakanku ini menyibukkan dirinya dengan ilmu kalam. Aku sudah larang dia akan tetapi dia tidak mematuhiku’.
Mendengar penuturan pamanku, beliau mengulurkan tangannya yang penuh berkah ke dadaku dan berkata, ‘Kitab apa saja yang telah engkau hafal ?’. Akupun menjawab dengan menyebutkan berbagai kitab yang telah aku hafal. Demi Allah, saat beliau mengangkat tangannya dari dadaku, tidak ada satu katapun dari kitab-kitab, yang sebelumnya aku hafal di luar kepala, yang masih aku ingat. Saat itu juga Allah Ta’ala telah melupakan aku tentang berbagai masalahnya dan menanamkan dalam dadaku ilmu laduni. Aku bangkit dari hadapannya sambil berbicara dalam bahasa hikmah. Lalu beliau berkata kepadaku, “Umar, engkau adalah orang-orang terakhir yang termasuk golongan orang-orang masyhur di Iraq”. Syaikh Abdul Qadir adalah Sulthan ahl-Thariqah yang dianugerahi otoritas atas semua eksistensi. Abu Faraj bin Hamami bercerita, “Aku banyak mendengar cerita-cerita mustahil yang muncul dari Syaikh Abdul Qadir Al Jailani ra. Yang tidak dapat aku terima. Akan tetapi karena itulah aku ingin sekali bertemu dengan beliau. Suatu saat, aku pergi ke Bab Al-Azij untuk suatu keperluan. Ketika pulang aku melewati madrasahnya dan tepat pada saat itu muazin telah mengumandangkan shlalat ashar. Dalam hati aku berkata, ‘aku akan shalat ashar dan berkenalan dengan sang Syaikh’. Saat itu aku lupa bahwa aku belum berwudhu dan langsung shalat. Setelah selesai shalat, Syaikh Abdul Qadir menjumpaiku dan berkata kepadaku, ‘Anakku, jika engkau datang kepadaku dengan suatu hajat pasti akan aku kabulkan. Sayangnya sekarang engkau benar-benar lupa bahwa engkau belum berwudhu ketika melakukan shalat’.
Pengetahuan beliau terhadap sesuatu yang tersembunyi menimbulkan kekaguman kepadaku akan kkondisi spiritual yang telah beliau capai. Sejak saat itu aku selalu mengikutinya, mencintainya dan emlayaninya. Dari keajdian tersebut aku mengetahui keluasan berkah beliau”. Al-Jaba’I berkata, “ketika mendengar kitab Haliyatul Auliya’ oleh ibnu Nashir, terbetik dalam hatiku untuk berkontemplasi, menjauhkan diri dari manusia dan menyibukkan diri beribadah. Saat shalat Ashar, aku berjama’ah bersama Syaikh Abdul Qadir. Selesai shalat beliau melihat ke arahku dan berkata, ‘jika engkau benar-benar ingin berkontemplasi (khalwat), maka jangan lakukan itu sebelum engkau benar-benar menguasai agama, bergaul dengan para Syaikh dan belajar dari mereka. Saat itulah engkau boleh berkontemplasi (khalwat). Jika engkau tidak melakukan itu maka engkau akan terputus sebelum engkau menjadi ahli dalam bidang agama. Engkau juga akan merasa bangga atas apa yang engkau miliki. Tapi ketika ada masalah agama yang engkau tidak ketahui, engkau akan keluar dari zawiyahmu dan bertanya kepada orang-orang tentang hal tersebut. Sebaik-baik kontemplator (orang yang berkhalwat) adalah mereka yang bagaikan lilin, amemberikan penerangn dengan cahayanya”.
Syaikh Abu Abbas Al-Khidr Al-Husain Al-Maushuli meriwayatkan, “pada suatu malam, saat kami sedang berada di madrasah Syaikh Abdul Qadir, datanglah khalifah AL-Mustanjid biLlah Abu Mudzaffar Yusuf bin Al-Imam Al-Muftaqi li amriLlah Abu AbduLlah Muhammad Ad-Dabbas. Beliau mengucapkan salam kepada sang Syaikh dan memohon nasihatnya sambil meletakkan 10 kantung uang yang dipikul oleh 10 orang budak. Syaikh berkata, “Aku tidak membutuhkan ahrta ini”. Namun sang Imam berkeraas agar Syaikh Abdul Qadir menerimanya. Syaikh Abdul Qadir kemudian mengambil 2 kantung uang yang paling besar dan paling berat lalu memeras keduanya dengan tangan beliau, maka mengalirlah darah. Berkatalah Syaikh kepada Khalifah, ‘Mudzafar, engkau peras darah rakyat lalu engkau berikan kepadaku. Tidakkah engkau malu kepada Allah ?’. sang khalifahpun pigsan mendengar hal tersebut. Kemudian sang Syaikh emlanjutkan, ‘Kalau buan karena rasa hormatku kepada garis keturunannya dengan RasuluLlah SAW, akan aku biarkan darah tersebut mengalir hingga pintu istananya’.

Syaikh Abu Hasan Ali Al-Quraisy berkata, “saat aku menghadiri salah satu majlis sang Syaikh tahun 559 H datanglah rombongan golongnan rafidah membawa dua buah keranjang tertutup dan berkata kepada beliau, ‘Beritahu kami apa isi dua keranjang ini’. Beliau turun dari kursi dan mengulurkan tangannya memegang salah satu keranjang tersebut dan berkata, ‘Yang ini berisi anak yang lumpuh’. Lalu beliau memerintahkan puteranya Abdurrazaq membuka keranjang tersebut dan isinya seperti yang beliau ucapkan. Beliau pegang kaki anak tersebut kemudian berkata, ‘Bankitlah dengan ijin Allah’. Seketika anak tersebut bangkit. Kemudian beliau memegang keranjang yang lain dan berkata, “keranjang ini berisi anak yang sehat dan tidak cacat’. Ketiak keranjang tersebut dibuka, maka keluarlah seorang anak yang sehat, sang Syaikh memegang ubun-ubunnya dan berkata, ‘Duduklah’. Seketika itu pula anak tersebut menjadi lumpuh. Rombongan rafidah tersebut bertobat di hadapan beliau dan pada saat itu 3 orang meninggal dunia’.
Diriwayatkan, dari Yahya bin Junah Al-Adib bahwasanya beliau berkata, “Dalam hati aku berkata”. ‘Aku ingin menghitung berapa banyak sang Syaikh melantunkan sya’ir di dalam majlisnya dengan menggunakan benang dari pakaianku. Akupun kemudian menghadiri majlis pengajiannya dan setiap beliau melantunkan sya’ir maka aku ikatkan benang di bawah pakaianku. Ditengah-tengah beliau bersya’ir tiba tiba beliau berkata, ‘Aku melepaskan ikatan sedang engkau mengikatnya’”. Syaikh Abu Hasan (Ibnu Syathantah) Al-Baghdadi berkata, “Saat aku belajar kepada sang Syaikh, aku sering berjaag di malam hari untuk melayani beliau.
Pada suatu malam di bulan Shafar tahun 553 H, aku melihat beliau keluar dari ruangannya. Akupun menyodorkan tempat air untuk berwudhu kepada beliau namun beliau tidak mempedulikan tawaranku dan terus bergerak menuju pintu madrasah. Kemdian beliau memberi isyarat kepada pintu madrasah tersebut maka pintu itupun terbuka dengan sendirinya. Kemudian beliau terus berjalan keluar sementara aku mengikutinya dari belakang. Aku berkata dalam hatiku bahwa beliau tidak mengetahui kalau aku ikuti dari belakang. Beliau terus berjalan ke arah pintu gerbang kota Bagdad, maka beliaupun memberikan isyarat kepada pintu tersebut dan pintu itupun terbuka dengan sendirinya. Kami terus berjalan, namun tak berapa lama tibalah kami di suatu tempat semacam ribath yang sama sekali tidak aku ketahui.
Di dalam ribath tersebut terdapat 6 orang yang sedang duduk, dan ketika mereka mengetahui kedatangan Syaikh Abdul Qadir maka merekapun segera menyambut beliau seraya mengucapkan salam. Aku segera pergi ke sudut bangunan tersebut dan dari dalam bangunan terdengarlah suara dengungan dan rintihan. Tak berapa lama, suara tersebut berhenti , kemudian seorang pria masuk ke dalam ruangan yang tadi terdengar rintihan lalu keluar dengan membawa seseorang di atas pundaknya. Setelah itu seseorang yang tidak mengenakan sesuatu di kepalanya dengahn kumis yang lebat masuk dan duduk di hadapan sang Syaikh dan kemudian mengambil dua kalimah syahadah dari beliau kemudian memotong kumis serta rambutnya. Setelah itu beliau kenakan thaqiyah (topi) di kepalanya dan memberikan nama Muhammad kepadanya serta berkat kepada yang lain, ‘Aku telah diperintahkan untuk menjadikannya sebagai ganti dari yang meninggal’. ‘Kami mendengar dan patuh’ jawab yang lain. Baliau lalu keluar dari ruangan tersebut seraya meninggalkan mereka. Setelah itu beliau berjalan dan tak lama kami tiba di pintu gerbang kota Baghdad. Pintu tersebut kembali terbuka dan menutup dengan sendirinya setelah kami melewatinya. Demikian juga tak berapa lama kami tiba di Madrasah kemudian memasukinya.
Keesokan harinya aku mohon kepada sang Syaikh untuk menceritakan apa yang aku lihat. Maka beliaupun menjawab, “Adapun negeri yang kita datang kemarin adalah negeri Nahawand. Enam oran yang engkau lihat adalah para wali abdal dan suara dengungan yang engkau dengar adalah wali yang ke tujuh. Dia sedang sakit dan aku hadir di sana untuk melayatinya. Adapun orang yang aku ambil syahadatnya adalah seorang nashrani dari Konstantinopel dan aku perintahkan ia untuk menjadi ganti ari si mayit. Adapun orang yang masuk dan keluar sambil menggendong jenasah adalah Abul Abbas Al-Khidhir AS yang diperintah Allah untuk mengurus jenasah wali yang wafat”. Kemudian beliau mengambil sumpahku untuk tidak menceritakan peristiwa tersebut selama beliau masih hidup. Beliau berkata, “Takutlah kamu untuk tidak membuka rahasia ini selama aku masih hidup”.
Abu Sa’id AbdulLah bin Ahmad bin Ali Al-Baghdadi Al-Azji bercerita, “Pada tahun 537 H anak perempuanku seorang perawan berusia 16 tahun naik ke atas atap rumahku dan kemudian hilang. Akupun pergi menghadap Syaikh Abdul Qadir dan menceritakan hal tersebut. Beliau berkata kepadaku, “Pergilah ke pegunungan Al-Karh. Duduklah di puncak ke lima dan buatlah tanda lingkaran di sekitarmu sambil berkata, ‘BismillaahiRrahmaanirRahiim, atas niat Syaikh Abdul Qadir. Nanti ketika hari mulai gelap akan banyak jin yang melewatimu. Mereka tidak akan dapat menyakitimu. Pada waktu sahur, raja raja mereka akan lewat beserta bala tentaranya dan mereka akan menanyakan maksud kedatanganmu. Saat itulah ceritakan kepada mereka perihal anakmu’. Akupun melaksanakan perintah tersebut.

Ketika hari mulai gelap, gerombolan jin dengan bentuk yang sangat menakutkan namun mereka tidak dapat menyakitiku atau menggangguku. Gerombolan demi gerombolan terus berlalu hingga waktu sahur datanglah raja mereka dengan mengendarai seekor kuda dan berdiri di luar lingkaran menghadap ke arahku. Dia berkata, ‘hai manusia apa keperluanmu’. “Syaikh Abdul Qadir mengutusku kepadamu”. Jawabku. Begitu mendengar nama Syaikh Abdul Qadir maka raja jin tersebut turun dari kudanya mencium tanah dan duduk, begitu pula dengan para jin lain yang menyertainya. Kemudian ia berkata, ‘apa yang terjadi pada dirimu ?’. akupun menceritakan kepada mereka aka kisah puteriku yang hilang. Setelah mendengar penuturanku, dia berkata kepada para jin, ‘Siapa yang melakukan ini’. Tidak ada satu jinpun yang mengakuinya. Lalu datanglah seorang jin bersama anakku. Sang raja berkata, ‘ini adalah pembangkang dari negeri cina’. ‘apa yang mendorongmu berani melakukan hal ini di bawah atap sang qutb ?’. tanyanya kepada jin tersebut. Jin tersebut berkata, ‘perempuan tersebut menarik hatiku dan aku mencintainya’.
Sang raja kemudian memerintahkan jin tersebut untuk dipenggal kepalanya dan menyerahkan anakku kembali. Aku berkata kepadanya, ‘Aku belumpernah melihat jin dengan derajad tinggi sepertimu memenuhi perintah Syaikh Abdul Qadir’. Dia berkata, ‘Benar, dari rumahnya beliau memandang kepada jin pembangkang yang pada waktu itu berada di dasar bumi.kewibawaannya membuat para pembangkang tersebut kembali ke tempat mereka. Sesungguhnya jika Allah mengangkat seorang Qutb maka Dia akan menjadikannya sebagai Qutb diantara jin dan manusia’.

Thursday, 6 December 2012

Gatot Kaca Qoutes



Siang & malam brsama. Susah & senangpun sama saja. Smakin ditutup semakin trbuka. Bila susah kau brsama Allah lalu knapa saat senang kau tinggalkan Allah? Pdhal DIA tak prnah khianati & kecewakanmu.DIA slalu ada utkmu, hadir diam2 dibalik ujian.hanya krn butanya bathin kita, gelap oleh dunia kau berani brpisah dgnNYA. Tolong & ampuni hamba Ya Allah dan juga mrk. Maaf bathin lahir. MERDEKA. -Ya Tawwab-


Pintu kedekatan & cahaya mata bathin yg terang ada didlm pnderitaan. Jgn mengeluh bila harus brpeluh. Bukankah kita mrasakn nikmatnya "berbuka" stlah sharian "berpuasa"? Begitulh. Indah sangat syahdu..Ksengsaraan & ksulitan yg hadir dlm hidup kita seringkali mjadi pintu trbukanya ksadaran akn khadiranNYA.Ksadaran luhur nan agung yg akn mbawa kita pd maqam kdekatn (cinta) & akn diuji dgn rindu...-Ya Tawwab-


Sayyidina Syekh Uwais Al Qarny qs yg mendapat julukan dari Rasulullah Saw sebagai manusia langit krn kecintaanya pd Nabi Saw ; "Aku berdiri dengan manisnya cinta, Cinta bukanlah suatu perkara mudah. Cintaku berharap cinta-Mu,Cinta-Mu adalah ketetapan yang nikmat". -Ya Tawwab-


bila luka itu ada hanya untuk mengajarkan pada kita bagaimana cara mengobatinya. kenapa kita takut utk terluka ? krn jatuhnya seseorang dlm kehidupan adalah awal dari kebangkitan spiritualnya. awal dari kesadaran luhur nan agung bila saat itu sudah tiba saatnya dia kembali ke Rahman dan RahimNYA ... -Ya Tawwab-


Wahai Kekasih Bagi Yg Tak Memiliki Kekasih
Wahai Penyembuh Bagi Yg Tak Memiliki Penyembuh
Wahai Pe
njawab Doa Bagi Yg Putus Asa mengharap yang lain
Wahai Kawan Sejati Bagi Yg Tak Memiliki Kawan
Wahai Teman Sejati Bagi Yg Tak Memiliki Teman
Wahai Penolong Bagi Yg Tak Memiliki Penolong
Wahai Pemberi Petunjuk Bagi Yg Tak Memiliki Petunjuk
Wahai Penghibur Bagi Yg Tak Memiliki Penghibur
Wahai Pengasih Bagi Yg Tak Memiliki Pengasih
Wahai Sahabat Bagi Yg Tak Memiliki Sahabat

Wahai Cahayanya Cahaya
Wahai Yang Menerangi Cahaya
Wahai Pencipta Cahaya
Wahai Yang Mengatur Cahaya
Wahai Yang Menentukan Kadar Cahaya
Wahai Cahaya Segala Cahaya
Wahai Cahaya Sebelum Semua Cahaya
Wahai Cahaya Sesudah Semua Cahaya
Wahai Cahaya Diatas Segala Cahaya
Wahai Cahaya Yang Tidak Dapat Diserupai dengan Cahaya

Subhanaka Yaa Laa illaha illa anta, Al-Ghawts Al-Ghawts, khollisnaa minannaari Yaa Robb
(kutipan do'a Jawsyan Kabir yang indah.. -Ya Tawwab-


YA ALLAH YA KARIM YA RAHMAN YA RAHIM YA FATTAH YA ZHOHIR YA HAYYU YA QAYYUM ...

Surga bukanlah pancuran anggur, kumpulan bidadari atau pun keindahan lain tapi merupakan perjalanan terus menerus tanpa henti. Tidak takut akan kemurkaan neraka tapi tenggelam dalam cinta-Nya. (Ki Ageng Syaikh Hasan Beshari ra - ponorogo tegal sari). -Ya Tawwab-


Ya Sayyidi ... Malam yg cerah. Jiwa yg gerah. Tertusuk panahMU mati 1 jiwa hidup 1000 bulan bercahaya. Duhai sepi selimuti hamba dgn sunyiMU dan biarkan hanya aku dgnNYA saja didlmnya. Maaf bathin lahir. Merdeka. -Ya Tawwab-


Ah..Trkadang kita jg sering mberikn rayuan gombal pd Tuhan.Tapi Tuhan sangt sayang & tak pduli.Dia tetap mberikn hidup dgn sjuta nikmat & brkah,meskipun DIA hanya mndapat gombal.Krn Tuhan Maha Tahu kalo kita ini masih dimaqam gombal.maaf bathin lahir.Merdeka. -Ya Tawwab-


Dunia kabut, badai surut. Umur berlalu dan hanyut. Ku tahu kini. Tak kutitipkan diriku pada diriku. Hidup mati hanyalah mimpi. Yang diterbangkan amuk sunyi. Duhai Sang Sunyi. RamaiMU begitu hening. Merobek semua hijab tubuh jasmani. Akal bersumber dari qalbu. Qalbu bersumber dari yg tak berawal dan berakhir. Dari Yg Maha Perkasa, satu tauhid menjadi pasrah sempurna.maaf bathin lahir.merdeka. -Ya Tawwab-


Duhai indahnya kebijaksanaan Cinta bila satu sama lain saling mengerti. Hari2, detik2 dan tiap tarikan nafas ibarat penganten baru. Slalu brbulan madu kdlm Cahaya Rembulan yg begitu indah ... Rembulan Sang Nabi Agung Nan Mulya SAW. Maaf bathin lahir.MERDEKA. -Ya Tawwab-


mula mula semua benda dicari lalu ditemukan. Tapi Allah ditemukan lalu dicari - dalam kebijaksanaan CINTA (Syeikh Abul Hassan ‘Ali Al-Kharqani qs). -Ya Tawwab-


airmata ini begitu cpat keluar & bgitu cpat mengering duhai ALLAH.bagaimana mungkin bisa mjadi lautan bila sdetik sadar & sdetik kmudian lalai.Duhai yg Mh Mbolak balikan hati.ktika aku kluar trnyata didlm,ktika kdlm trnyata diluar.sama sj luar dlm sperti saudara kembar & hamba didlmnya tanpa daya.maaf bathin lahir.MERDEKA. -Ya Tawwab-


Membongkar gunung dengan jarum lebih mudah daripada membongkar kesombongan Dalam Hati. (Al-Murobby Ruhhy Al-Mursyidul Al'adzom Wal Kamil Al-Alimul Alamah Al-Arif Billah As-Syekh As-Sayid Muhammad Yusuf Al-kaff ra). -Ya Tawwab-


Engkau adalah Yg MH Trdahulu sejak jaman azali.Engkau adalah Yg MH Lembut yg klembutnnya ta brkesudahn.ta peduli hitam atau putih kasihMU menggulung smua derita nestapa.Duhai Cahaya Hati & pikiranku.Duhai asal muasalku.Duhai puncak keindahan.Hatiku larut brsamamu.tolong Singkirkanlh hijab yg menyiksaku utk mmandangmu & ampunilh aku.maaf bathin lahir sdr2ku. MERDEKA. -Ya Tawwab-


Katakanlh: yaa `Azhiim (Yg Maha Agung), Engkaulh Yg Maha Agung.Sungguh kami mmpunyai mslh yg sangat berat & smua hal yg kami khawatirkn Akn mnjadi mudah dng mnyebutkn Nama-Mu Yg Agung.Allah Yg MH Agung sungguh rasa malu ini sdh ta tertanggungkn.setiap masa-detik-nafas kegundahnku makin mnjadi.harapan kami hanyalah diriMU melalui shalawat kasih tercinta agar sampai pdMU. Qul Ya Azhiem antal azhiem merdeka. -Ya Tawwab-


Siapa yg tahu sberapa keras sorang wali bkrja spanjang wktu tnp trlihat,ia tlah bkerja, ia akn bkerja, slamanya bagi kita,kita hnya mnonton ditepi sungai khidupn,smentara sang sungai (wali) sndiri merindukn laut,utk menghilangkn dirinya di pelabuhan yg luas dari perairan.sampai kpn kita hanya jd penonton? saat ditanya apa yg kamu tonton (ketahui)? kita trdiam tdk tahu atau brsuara kras sprti keledai.knapa tdk menceburkn diri kdlm sungai itu & pasrahlh.biarkn alirn itu membawamu kdlm samudera ta brtepi & berbahagialah.maaf bathin lahir.MERDEKA. -Ya Tawwab-


Duhai AKU...kaulah misteri TUHANku & simbolNYA...mutiara trindah didlm samudera CINTANYA.


Inilh jalan cinta pra pejuang.Jalan yg mmpertemukn cinta & smua prasaan dng tanggungjwb.& di sini, Cinta tak prnh meminta utk mnanti.Sprti ’sayyidina Ali ibn Abi Thalib karamallahu wajhah.Ia mempersilakn.Atau mengambil kesempatn.Yg pertama adlh pngorbanan.Yg kedua adlh kberanian.spti yg dikatakn oleh Sulthanul Al Aulya Hadhratussyaikh KH As'ad Syamsul Arifin Qs - situ bondo "Bertapa untuk berjuang". Bertapa adlh pngorbanan sdgkn brjuang adlh kberanian.Brani brkorban,brani mderita,brani susah,brani hidup & brani mati utk SANG CINTA.maaf bathin lahir sdr2ku.MERDEKA. -Ya Tawwab-


inilah CINTA...yg mmbuat dunia ttap brtahan tdk hancur & musnah ... krn masih ada CINTA yg dahsyat. yg trsimpan & trsembunyi dibalik ketiadaannya. trsimpan dibalik drita & prjuangannya...trsimpan dibalik ksederhanaan hidup, kepolosan & keluguan bagaikn cahaya yg maha kuat mmancar kseluruh dunia.semuanya tersimpan rapi dalam ketidak pamrihan. harapannya hanya satu bisa brkumpul & membahagiakan org2 yg dia cintai meskipun dia harus mengorbankan kehidupannya. YA TUHAN...membaca artikel ini saya merasa malu & bergetar...malu, terlalu sering melawan takdir,tidak mnerima semua bentuk kejadian & kepahitan hidup...trlalu sombong dlm pengabdian... mengeluh dlm setiap ujian...merasa sudah mndapatkn CINTA TUHAN ... padahal merasa itu adalah tanda ke akuan ... keakuan yg adalah hijab yg maha dahsyat, keakuan adalah berhala yg tersembunyi dalam diri ini...tolong & ampuni hamba DUH GUSTIII...salam cinta & bahagia tuk qolbumu yg terdalam sdr2ku.MAAF BATHIN LAHIR.MERDEKA... -Ya Tawwab-


http://forum.kompas.com/showthread.php?t=45679
Sebuah kisah yang mengharukan dan bisa juga sebagai teladan untuk anak-anak jaman sekarang, seorang anak yang dengan tekun merawat ayahnya yang sakit. -Ya Tawwab-


Ratu Wahdat trsenyum lembut “Hai Wujil sungguh lancang kau,Tuturmu tak lazim.
Brani mnagih imbalan tiggi demi pngabdianmu pdku.Tak patut aku disebut Sang Arif andai hnya uang yg diharapkn dri jerih payah mengajarkn ilmu.Jika itu yg kulakukn tak perlu aku menjalankn tirakat Siapa mengharap imbalan uang demi ilmu yang ditulisnya Ia hanya memuaskan diri sendiri & brpura-pura tahu sgala hal,Sperti bangau di sungai.Diam, bermenung tnpa gerak.Pandangannya tajam, pura2 suci dihadapn mangsanya ikan2.Ibarat telur,dri luar klihatn putih namun isinya brwarna kuning" Al Quthub Sayyidina Syaikh Maulana Makhdum Ibrahim - Kanjeng Sunan Bonang qs. -Ya Tawwab-


brtanya pd sorang KekasihNYA : " Guru.sperti apakh rasanya mmandang wajah Rasulullah. Guru : sperti apa rasanya bila kamu mmandang wajah WaliNYA. jawab : rasanya teduh,tenang,meskipun ujian segudang tpi trasa ringan,indah,penuh cinta,ta ingin berpisah...Guru : begitu ya ? mmandang wajah Rasulullah 1 juta kali semua rasa itu...bahkn hingga 1 billiyun & ta terhingga dlm rasa itu... " sang murid : (tertunduk mnangis sesenggukn,tiba2 rindu itu datang brgelombang ta trtahankn,hingga ta sanggup diungkapkn dgn kata2,hanya mnangis & menangis.dlm hati : GUSTI bagaimana mungkin RASULULLAH yg Agung mau menjumpai sihina yg kotor ini.ampuni & tolong hamba YA ALLAH YA RASUL). tiba Sang Guru berkata dgn senyuman trindah penuh cinta : Aminnn ... AMINNN YA ALLAH ... -Ya Tawwab-


YA ALLAH ... Indonesiaku ... kau harus bangga memiliki putra-putri pejuang sejati ... nyawa dipertaruhkan hanya untuk memerdekakan diri dari kebodohan. MULYA ... SANGAT MULYA perjuanganmu ... agar virus kebodohan tidak selamanya menggerogoti mental bangsa ini. bodoh bagi mereka orang2 yg lupa akan dirinya ... yg lupa bila hidup ini sementara ... yg menyalahgunakan amanat leluhur negeri ini. Duhai para pemimpin negeri ... tuan diberi karunia oleh TUHAN kepintaran,tapi semuanya rusak oleh kebodohan hati tuan ... apakah tuan2 ini sudah tidak berTUHAN ... atau jangan2 diri tuan sendiri mengikrarkan diri sebagai TUHAN. ampuni hamba ya ALLAH. hamba melihat ada Cinta didalam diri mereka, jangan biarkan Cahaya CintaMU redup dihati mereka & berikan mereka kekuatan agar selalu berpegang kuat pada tali rahimMU yg MAHA KOKOH & berikanlah mereka keseimbangan agar kelak mereka dapat bijaksana terhadap hitam-putih bangsa ini & berikanlah mereka semangat yg kuat dalam tekad agar dapat sampai disebrang tujuan & berikan selalu mereka senyuman yg paling indah agar dapat memberikan kesejukan & CINTA pada mereka yg rapuh ... ampuni hamba ya ALLAH ...  hamba ta berdaya melihat ini semua ... MAJU TERUS PANTANG MUNDUR ... MAN JADDA WA JADDA ... maaf Bathin lahir. MERDEKA ... -Ya Tawwab-


http://www.fimadani.com/surat-si-fakir-untuk-tuan-presiden/
Tuan Presiden, Sesungguhnya saya si Fakir yang hina dina ini tak mau peduli dengan apapun yang tuan lakukan. Tuan mau reshuffle kabinet hingga seratus kali sekalipun tetap tak ada pengaruhnya terhadap saya. Atau, tuan mau membiarkan para koruptor berkeliaran semau gue tetap saja tidak ada pengaruhnya juga bagi saya. Bahkan, mungkin juga tak ada pengaruhnya [...] -Ya Tawwab-


saudaraku,Kita sering habis-habisan brbuat utk sesuatu yg justru akan kita tinggal. Sedang utk sesuatu yg abadi, sering kita tidak sungguh-sungguh.bahkan kita tinggalkan.jangan lari dari kenyataan kalau semua ini suatu saat nanti akan musnah yg abadi hanyalah penciptaNYA. saudaraku ... apa yg kamu dapatkan hari ini dari dunia ??? maaf bathin lahir. MERDEKA. -Ya Tawwab-


Nabi SAW mrupakan syiar atau tanda kbesaran Allah SWT krn dgn kmunculan Rasulullah SAW, dunia mngetahui tentang keesaan Allah SWT. Al-Haj ayat 32: “Dan sesiapa yg memuliakan syiar (tanda-tanda) Tuhan, sesungguhnya ia adalh manifestasi dari hati yg bertaqwa kepada Allah”. tidak ada bid'ah dalam MAULID NABI sdr2ku.itu hanya salah satu dr bentuk CINTA pd NABI SAW. siapa saja yg mencintai ALLAH SWT berarti dia mencintai NABI SAW.maaf bathin lahir.MERDEKA. -Ya Tawwab-


KAU adalah AKU ... AKU adalah KAU ... melebur dalam satu derita rasa ... rasa CINTA. mau diungkapkan dgn bahasa apapun, rasa CINTA itu cuma satu walau wadahnya ada sejuta, setrilyun ... maupun sejagat raya. keluarlah dari wadah itu, perbedaan2 ini bukanlah perpecahan,tapi memang Fitrah TUHAN SWT ada didalamnya.maaf bathin lahir saudara2ku. MERDEKA. -Ya Tawwab-


Syekh Malaya brkata pd Sang Nabi Khidir (Pajuningrat), “saya mnghaturkn hormat sdalam-dalamnya kpd tuan junjunganku & mohon ptunjuk srta perlu dikasihani, saya juga tdk tahu benar tidaknya pengabdianku ini. Tdk lebih bedanya dng hewan di hutan, itupun masih tdk sberapa, bila mau menyelidiki kesucian diriku ini. Dpt dikatakan lebih bodoh & dungu serta tercela ibarat keris tnpa kerangka & ibarat bacaan tnpa isi tersirat”. -Ya Tawwab-


trsebutlh sorang mnusia,yg brnama Sang Pajuningrat, mngetahui kdatangn sorang yg tengah bingung yaitu Syekh Malaya. Sang Pajuningrat tahu sgla prjalann yg dialami olh Syekh Malaya dgn sejuta kprihatinan krn ingin meraih iman hidayah. Brbagai cara tlah ditempuh,juga melalui pnghayatn kejiwaan & brusaha mngungkap brbagai rahasia yg trsembunyi,namun mustahil dpt mnemukn hidayah, kcuali kalau mndapatkn kanugrahn Allah yg haq. -Ya Tawwab-


setiap melihat rekaman ini selalu saja airmata ini menetes deras...seperti ada yg hilang didalam diri ini ... Duhai Sulthannul Auliya...Duhai Quthubul Ghauts Al Azhom...Duhai Pangeran CINTA...Duhai Cahaya Nabi...Duhai CAHAYA ILLAHI...tolong hamba dalam derita .. dengan sabar & CINTA.maaf bathin lahir.MERDEKA.
http://www.youtube.com/watch?v=rcPtXZy6wgg&feature=share
Abah Anom (Hadrotu Syeikh Kyai Haji Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin), sesepuh Ponpes Suryalaya, adalah seorang mursyid (guru) Thariqah Qodiriyah Naqsyabandiy... -Ya Tawwab-


krn CINTA yg mmbara Syekh Malaya mnerobos hutan,gunung keperihan,jurang kesedihan,tetebingan di dakinya dgn airmata & darah kerinduan.Tanpa terasa prjalanannya tlah smpai di tepi pantai.Hatinya bingung,kesulitan mnempuh jln slanjutnya krn trhalang oleh samudera luas,sejauh mmandang tampak air semata. Dia diam tercenung lama sekali di tepi samudera airmatapun menetes deras. memutar otak mncari cara utk bisa sampai ke Baithullah... -Ya Tawwab-


ktika ujian & kpedihan itu membuatmu smakin mmahami CINTA, hingga mngenalNYA dlm Nama, Sifat, Prilaku & zdatNYA.knapa musti lari dari itu semua. krn disana ada perjumpaan..disana ada saling pengertian..disana ada kerinduan..disana ada keridhoanNYA yg tanpa batas.nikmati saja ta perlu cerewet dgn semua prtanyaan2mu.krn prtanyaan2 itu tanda bila dirimu masih belum menerimaNYA dlm wujud apapun & DIA berbeda dgn makhluk ciptaanNYA.maaf bathin lahir.MERDEKA. -Ya Tawwab-


kemenangan yg sesungguhnya bukanlah menaklukan,memukul atau mengalahkan mereka, tapi menyapa, merangkul, mencintai & berkorban untuk mereka. meskipun setiap orang memiliki status & kedudukan berbeda tapi yg namanya harga diri yg tercermin dari nurani tetaplah sama. bertapa untuk berjuang saudara2ku ... maaf bathin lahir. MERDEKA ... -Ya Tawwab-


permulaan pernikahan bukan harta benda & rupa, hanyalah hati sebagai titik awal keberangkatan menuju ALLAH SWT.agar masuk kedalam rumah tangga abadinya (Baithullah) ketika laki2 (syareat) bersatu dgn wanita (hakekat) dlm kesucian SYAHADAT. maaf bathin lahir. MERDEKA. -Ya Tawwab-


hamba2Ku tdk brtaqarrub kpdKu dng sesuatu yg lebih Kusenangi dari ibadah yg tlah Aku wajibkn kpadanya & hambaKu slalu brtaqarrub kpdKu dng amal ibadah sunnah sampai Aku cinta kpdnya.Apabila Aku tlh mencintainya, maka Akulah pendengarannya yg dia buat mendengar, Aku adlh penglihatannya yg dia buat utk melihat, Aku adlh tangannya yg dia buat utk mmegang dng keras & Aku adlh kakinya yg dia buat utk brjalan. Apabila dia minta kpdKu, maka pastilah Aku memberikannya & apabila dia minta perlindungan kepadaKu, pasti Aku melindunginya (HR Bukhari). -Ya Tawwab-


duhai mari tabuh genderang itu dgn CINTA agr kpedihn & sakit ta dirasa.mari tiup suling itu dgn CINTA agr stiap hembusn ujianNYA mnghidupkn JIWA.mainkn & trtawalh riang meskipun jasmani dihantam terpaan.jgn pedulikn itu,kamu & mrk. cukuplah AKU bagimu...maaf bathin lahir.MERDEKA. -Ya Tawwab-


duhai mari tabuh genderang itu dgn CINTA agr kpedihn & sakit ta dirasa.mari tiup suling itu dgn CINTA agr stiap hembusn ujianNYA mnghidupkn JIWA.mainkn & trtawalh riang meskipun jasmani dihantam terpaan.jgn pedulikn itu,kamu & mrk. cukuplah AKU bagimu...maaf bathin lahir.MERDEKA. -Ya Tawwab-


sdr2ku stiap yg mrindukn ALLAH psti bhagia,wlaupn kterhinaan jd perhiasan dlm prjlanannya.itu CaraNYA yg sngt unik & trsembunyi dr afsu & akal.agar kau slmat dri dirimu sendiri.merdeka rahayu & abadi.sdr2ku kalai bukan krn mati mrka lari dri SANG PRIBADI,lalu akankh kau prgi & lari sprti mrk?jgn bodoh ujian adlh bahasa CINTANYA agar kau tau diri & ta prnah lari lagi.maaf bathin lahir.MERDEKA. -Ya Tawwab-


bgitu byk acra buka puasa.dgn tmn,shbt,relasi bisnis,dll.dtmpt yg "WAH & MEWAH" atau dtmpt2 mkn yg hiruk pikuk.bgitu sibukny kau atur acra itu hingga lupa akn hkekatnya.sdr2ku sdahkh kau brbuka dgn ALLAH & RASULNYA dlm prenungn yg sngt dlm mnjlang azhan saat itulh CINTANYA menyentuh rasamu & saat azhan WAJAHNYA akan mmandng wajahmu.lalu mneteslh air mata yg entah apa.bhgia,sdih,haru cmpur aduk mnjdi satu & DIA mnuntunmu dlm do'a spanjang azhan dgn bhs CINTA yg indh.mlebur dlm syafaat AGUNGNYA. -Ya Tawwab-


kewajiban yg sesungguhnya adalah menjadikan qalbu ini masjid atau baithullah ... agar hari2 setiap tarikan nafas hakekatnya kita sholat nyembah ALLAH ... -Ya Tawwab-


http://www.facebook.com/notes/gatot-kaca/nasehat-sayyidul-syahid-al-imam-al-quthub-al-hasan-qs-cucu-baginda-nabi-tercinta/255485941137659
Dari Junadah bin   Abi Umayyah berkata :  Ketika Imam   Hasan bin Ali bin Abi Thalib as. Sakit yang membawa kepada kematiannya….. aku   datang  menjenguknya, lalu aku berkata   :  Wahai tuanku mengapakah anda tidak   berobat ? ... -Ya Tawwab-


http://www.facebook.com/notes/gatot-kaca/sebuah-kisah-dari-seorang-sahabat-/251994031486850
Bocah Misterius.
“Hey kamu… mari sini!” sapa Luqman halus kepada seorang bocah yang dengan sengaja mengganggu anak kecil lain yang sedang berpuasa.
“Siapa nama kamu…? Dari mana kamu asalnya …?” tanya Luqman sambil memegang lengan bocah itu. Sebetulnya Lu... -Ya Tawwab-


RamadhanMU...inilh musimnya brcinta bagi pra PECINTANYA.dlm klembutn cajrawala SANG DIRI SEJATI, mnyibak CAHAYA TERANG pagipun benderang. Bgitu indah, nmpak dgn jelas kejernihn semsta yg trsimpan dlm diri. Sgala pandangn ta ada yg trsembunyi, smua rahasia dpt disentuh dgn tajaliahNYA.dlm sambutan CINTA :salamun Qallamirrobir rohim..mmbakar smua drita & dosa.mnjadi CINTA ta terlukiskn.sukmaku sukmaMU.jiwaku jiwaMU ber. -Ya Tawwab-
http://www.4shared.com/audio/ezbGZAeS/Chrisye_FT_Waljinah_-_Semusim.html
Chrisye FT Waljinah - Semusim.MP3-4shared.com


http://www.facebook.com/notes/gatot-kaca/marhaban-ya-ramadhan/249929585026628

YA  ALLAH YA RAHMAN ...
YA ALLAH YA RAHIM ...
YA ALLAH mungkin ini ramadhan terakhirku ... -Ya Tawwab-

selama pikiran & hati kita masih tertuju pada makhluk & mengharapkn makhluk ... selama itulah sebenarnya kita sedang tenggelam dalam neraka yg menyakitkan & memedihkan ... MAAF BATHIN LAHIR. MERDEKA. -Ya Tawwab-


(AZHEB AZHEB ... AZHEB AZHEB)
mlihat WAJAHMU memancarkn anugerah yg INDAH.peluk kasih sayang sejati...
dimanapun wajah dihadapkan disitulah WAJAHMU. WAJAHMU begitu nampak jelas didalam qalbuku krn CAHAYA yg mnerangi warna-warni hidup didlm MAHA HIDUP. ada bayangMU memancar indah dari dlm diriku..disetiap kejadian bgitu nampak indah krn ada bayangMU.kpahitan begitu manis karena ada bayangMU.keperihan begitu indah kare.  -Ya Tawwab-
http://www.4shared.com/audio/8avluweG/Melinda_-_Ada_Bayangmu__Dangdu.html
Melinda - Ada Bayangmu (Dangdut Remix).mp3-4shared.com-Melinda - Ada Bayangmu (Dangdut Remix) - unduh di 4shared. Melinda - Ada Bayangmu (Dangdut Remix) disimpan di layanan berbagi-pakai file gratis 4shared.


jgn kau smbunyikn AKU dri dirimu.bgaimna mngkin itu trjdi benteng itupn buatnku.ta akn sanggup mnutupi AKU.smua kata2 & argumentasimu itu driku,knpa kau sangkal dgn kberadanmu.smua ilmu & drajatmu adlh anugrahku lalu knpa kau smbah itu.hncurkn itu smua,AKU ta mmbutuhkn itu,mk kau akn dpt mnemuiKU.brsikaplh yg baik & sopan pdKU,kalau tdk brarti kau makar pdKU.klau bukn krn AKU tdk akn KU cptakn dirimu & isinya.MERDEKA. -Ya Tawwab-


adapun ini semua sudah menjadi kehendakMU atasku-bawahku.kananku-kiriku,depanku-belakangku.luar-dalamku,susah-senangku,siang-mlmku.duhai SANG MAHA PENGUJI tolong hamba dlm ujian mahligaiMU.ijinkan hamba dpt menikmati itu semua dgn CINTAMU tidk dengan keterhijabn & ketidakberdayaanku.ampuni hamba dlm kebodohan ini.maaf bathin lahir sdr2ku. MERDEKA. -Ya Tawwab-


ketika para KekasihNYA berkumpul ... sungguh tidak ada perkumpulan yg paling indah & tinggi derajatnya selain perkumpulan mereka ... -Ya Tawwab-
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=231217646909350&set=a.231214886909626.70595.100000633491026&type=1


Salam Cinta & Bahagia saudara2ku ... untuk yg sedang berjuang mencari arti kehidupan ... yg sedang mendaki puncak gunung kekecewaan ... semoga ta menjadikan keputus asaan, karena kebahagiaan CINTANYA ada dibalik gunung itu ... disuatu keadaan yg ta beruang & waktu ... tapi disisiNYA atau didalamNYA,penggambaran suatu kedekatan yg tdk ada satupun manusia mengetahuinya kecuali Rasulullah & KekasihNYA.selamat berjuang s. -Ya Tawwab-
http://www.4shared.com/audio/_NBG-m7l/Mus_Mujiono_-_arti_kehidupan.html
Mus Mujiono - arti kehidupan.mp3-4shared.com


sdr2ku..smoga ALLAH & RASULULLAH mridhoimu.mnerangi jln kita dgn CHYANYA,mskipn ujian dtg mndera tpi yg nmpk adlh wjahNYA.mmbuka smua pintu dgn CINTANYA.mskipn kperihn mlanda tpi yg nmpak hanyalh wajahNYA.mngijinkn kita msuk kdlm rumahNYA.duhai SANG PNOLONG AGUNG hpuslh smua wajah slain WAJAHMU,tutuplh smua pintu slain pintuMU,hncurkn smua rmh slain rmahMU.agr kmi tdk trsesat dlm mahligaiMU.maaf bathin lahir.MERDEKA. -Ya Tawwab-


tidakkah KAU lihat keadaanKU pada makhluk2KU...biarkan rasa rindu itu menggilai mu agar api cinta ta padam & membakar smua lapisan tubuhmu. krn AKU ta dpt kau lihat bila benteng itu ta kau hancurkn...prsangka2mu pdKU tdk prnah mbuatKU kotor krn AKU MAHA SUCI NAN ABADI.sgla teori2 makrifatmu ta secuilpun menyentuhKU.itu smua kbodohan tinggalkn hijab itu...cukup kau & AKU.maaf bathin lahir.MERDEKA. -Ya Tawwab-


http://www.facebook.com/notes/gatot-kaca/masuknya-setan-melalui-berulangnya-kelezatan/240389585980628
Syaikh Abdul Qadir berkata, “Saudara, hendaknya kalian bersungguh-sungguh dan memurnikan jiwa. Tanpa keduanya, manusia tidak akan dapat mendekatkan diri kepada-Nya.
... -Ya Tawwab-


Pikiran adlh sang penyelam, mncari mutiara ma’rifah dng mnyelami laut hati, mncampakannya ke pantai dada, dilelang olh lidah sang calo, kmudian dibeli dng prmata ktaatan dlm rumah yg diizinkn Allah utk diangkat. syahdu - syahdu...stiap huruf jd mutiara brlapis cahaya yg ta trbantahkn oleh sipenghina.brsabarlah setiap hinaan mrk adalah CintaNYA.maaf bathin lahir.MERDEKA -Ya Tawwab-


http://www.facebook.com/notes/gatot-kaca/syaikh-abdul-qadir-qs-dan-muridnya-yang-miskin/239635109389409
Syaikh Abu Muhammad Al-Jauni berkata,
“Suatu ketika aku menghadap Syaikh Abdul Qadir dalam keadaan miskin. Dan keluargaku sudah tiga hari tidak makan. ... -Ya Tawwab-


duhai KAU SANG PEMILIK WAKTU,smua ada dlm genggamn Kasih & SyangMU.genggamlah aku duhai YG MAHA SUCI dng kmurahn CINTA & ampunanMU.dng syafaat agung kkasihMU tlonglh hmba dlm drita & dosa.duhai Sang Penolong Agung sudilh kiranya TUAN mnjenguk kterdamparn hamba dlm rumah kefaqiran.rasa malu ta trhingga trhdp dosa masalalu yg ta sanggup trtanggungkn sedetikpun duhai CINTA.maaf bathin lahir.MERDEKA. -Ya Tawwab-


Bertapa untuk Berjuang ... mengenang Sang Waliyullah Al Qhtub Al Mursyid Al Allamah Al Arifbillah Hadhratussyaikh K H R As'ad Syamsul Arifin qs - situbondo ... Al Fatehah ... -Ya Tawwab-


Do you need me, like I need you?
Or am I standing still, beneath the darkened sky?
Or am I standing still, with the scenery flying by?
Or am I standing still, out of the corner of my eye?
Was that you passing me by?. -Ya Tawwab-



DEMI CINTA
Demi cintaku padamu
kemanapun kaukan ku bawa
walau harus kutelan lautan bara
demi cintaku padamu
ke gurun ku ikut denganmu
biarpun harus berkorban jiwa dan raga
bulan madu di awan biru
tiada yang mengganggu
bulan madu di atas pelangi
hanya kita berdua
nyanyikan lagu cinta
walau seribu duka
kita takkan terpisah
andai dipisah laut dan pantai
tak akan goyah gelora cinta
andai dipisah api dan bara
tak ak. -Ya Tawwab-
http://www.4shared.com/audio/Twil7KBl/Inka_Christi_-_Demi_Cinta.html
Inka Christi - Demi Cinta.mp3-4shared.com-Inka Christi


duhai diri..dtanglh padaKU.bawalh sluruh luka,duka & dritamu.berikn padaKU & jgn kau ragu.AKU tlh mmbuat pakaian CINTA yg trbuat dri CAHAYAKU brbahan baku sgala luka,duka & dritamu.ini caraKU,fasilitasKU khusus utkmu.bukankh CINTA itu teruji dgn RINDU & krn kerinduan itulh kamu terjaga atas CINTAKU.La Tahzan..AKU slalu ada utkmu krn kau adalah AKU.maaf bthn lhir.MERDEKA. -Ya Tawwab-


YA ALLAH yang MAHA INDAH melebihi keindahan makhluk2MU, YA ALLAH YG MAHA CANTIK melebihi kecantikan makhluk2MU,YA ALLAH YANG MAHA MERDU melebihi kemerduan suara para pecintaMU...DUHAI sentuhlah diriku tdk dgn makhlukMU tapi dgn CINTAMU.sentuhlah Qalbuku tdk dgn ilmu2MU tapi dgn CINTAMU.sentuhlah akalku tidak dengan pengetahuanMU tapi dengan CINTAMU & ampunilah aku atas segala ketiberdayaan ini,atas segala keterkalahk. -Ya Tawwab-
http://www.youtube.com/watch?v=2n-_ASkIL4o&feature=share
Come 'n join us : www.cintarasul.co.id 'n register to www.forum-cintarasul.com


Alhamdulillah..trimaksih ats sgalanya.KAU tlh bbaskn aku dri pnjara rasa susah & rasa snang.pnjara siang & mlm.sdrku brhati2lh didlm surga itu ada nraka,didlm nraka ada surga.stiap kputusn yg kita ambil dlm hidup adlh jebakn dlm mati.bila qalbu ta mngenal & mlihatNYA dgn CINTA.hati & akalmu akn mnggila & ta pduli pd YG MAHA MULYA.saat itu kita tlah mnjadi rajany pndosa.ampuni hamba duh GUSTIII.maaf bthin lhir.MERDEKA. -Ya Tawwab-


jiwamu gersang krn slalu minta dipandang.rasamu kaku krn ta tau malu & selalu meng-aku.ta sadarkh kau sdrku?sungguh ta sedikitpun aku mau seperti ini?andai kau tau itu...tapi ta kuinginkn kau tau,krn aku malu trhdap diriku, TUHANku,RASULku & para GURUku.maaf bathin lahir sdr2ku.MERDEKA. -Ya Tawwab-


Mengarungi Zaman
~ ONTEL ~
********
Saat Lelah mengarungi Zaman,
Jiwapun Bersandar pada SANG Pribadi.
Di Ujung gang, Di samping Rumah Tempat Kembali...
design by Gatot Kaca. -Ya Tawwab-
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1781438136096&set=a.1022846971791.2004585.1243724096&type=1


http://www.facebook.com/notes/gatot-kaca/ilmu-kasampurnaan-syeh-wali-lanang/224486800904240
 Ketika selesai membangun pesantren, Raden Paku teringat salah satu bungkusan yg harus dibukanya. Ia ingat kata2 ayahnya kalau bingkisan itu berisi rahasia ilmu sejati yg harus dibacanya. Dengan hati2 dibukanya bungkusan tsb. Didalamnya ada beberapa lembar daun lontar bertuliskan huruf arab pegon.... -Ya Tawwab-


para Guru ta ada perdebatan,hanya kbodohn pra murid saja yg mmbeda2kn para Guru satu dgn lainnya.terlalu parsial & dangkal,pdhal CINTA adalah lautan ta brtepi kedalaman ta brdasar,ketinggian ta bpuncak.tarekat yg sesungguhnya ada didlm diri kita jngn kau cari diluar & ta prlu kau mrendahkn Guru slain Mursiydmu krn sama saja kau mrendahkn Mursyidmu sndiri.maaf bathin lahir.MERDEKA. -Ya Tawwab-


Tuhan psti akn snang,klu kamu mmberikn air kpd yg haus,roti kpd yg lpar,pkaian kpd mrka yg tlanjang & berandamu kpd org asing utk duduk & istirahat.Jika sseorang mminta uang kpdmu & kamu tdk ingin mmberi,jangn berikn,tapi jangn mnghardiknya sprti anjing.Biarkn siapapun mnjelekkn kamu,jangn mmbencinya dgn mmberikn jawabn sengit apapun.Jika kau slalu toleran dgn hal ini engkau psti akn bahagia.maaf bathin lahir.MERDEKA. -Ya Tawwab-

Wednesday, 5 December 2012

Sebuah Perjalanan..

Ya! Sebuah perjalanan...

Ini tentang hidup Tentang yg Maha Hidup tentang kehidupan.
Sebuah perjalanan dari detik ke waktu hingga menjadi masalalu.
Mau kemana aku, mau apa dan nantinya jadi apa?
Itu yg slalu trngiang di benak.
Aku sadar aku lemah...
Dan aku pun sadar aku  tak berdaya...

Sebuah perjalanan dari Ayahanda Adam As sampai saat ini.
Banyak perjalanan berhikmah...
Tentang siapakah Tuhan, tentang darimana asal mula manusia dan kemana nantinya akan kembali.

Perjalanan kaki lemah yg slalu memohon rangkulan-Nya.
Mata terbelalak, dan dosa pun datang, kaki melangkah pun dosa yg disambut.
Dia yg Maha segalanya terkadang menjadi nomer dua.
Dunia yg selalu menjadi incaran... Dunia tergenggam dan tanpa sadar dunia yg akan ku tinggalkan...

Sebuah perjalanan panjang, 24 Tahun berlalu. Aku masih belum mengenal siapa aku.
Aku masih terkubur dalam lamunan kebahagiaan yg sia-sia.
Aku yg masih selalu mengejar dosa...
Jalanku lemah, pandanganku buyar. Semua isi kepala tentang mencari yang akan pergi.
Hahaha... Lucu, ironis terkadang!
Aku sadar paham dan akupun tau. Kematian, rumah beralas dan beratap tanah yang akan menjadi tujuan pasti.
Berselimut putih tanpa teman, berteman sunyi...
Mungkin nanti teriakanku takkan pernah terdengar siapapun.

Sebuah perjalanan...
Tangis lucu menjadi kebahagiaan sekitar yg melihat.
Ini awal mula aku. Tanpa pemikiran sendiri. Tanpa daya yg dimiliki.
Detik berlanjut hingga kini

Menangis Disini Jangan Menangis Disana.

Kawan !!! Sungguh Akhirat itu nyata adanya.
Bersambung...

Sholawat Nariyah

أللّهُمَّ صَلِّ صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ الّذِي تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ

Asmaul Husna


Asmaul Husna atau lebih dikenal dengan nama-nama Allah. Di dalam kitab suci Al-Qur'an Allah SWT disebut juga dengan nama-nama sebutan yang berjumlah 99 nama yang masing-masing memiliki arti definisi / pengertian yang bersifat baik, agung dan bagus. Secara ringkas dan sederhana Asmaul Husna adalah sembilanpuluhsembilan nama baik Allah SWT.

Firman Allah SWT dalam surat Al-Araf ayat 180 :
"Allah mempunyai asmaul husna, maka bermohonlah kepadaNya dengan menyebut asmaul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-namaNya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan".



هُوَ Iللَّهُ Iلّذِيْ  لاَIلَهَ Iلّا هُو  •(Iلرَّحْمنُ)•  (Iلرَّحِيْمُ)•  (Iلْمَلِكُ) • (Iلْقُدُّوْسُ) • (Iلسَّلاَمُ)•(Iلْمُئْمِنُ) • (Iلْمُهَيْمِنُ) • (Iلْعَزِيْزُ) • (Iلْجَبَّارُ)• (Iلْمُتَكَبِّرْ) • (Iلْخاَلِقُ) • (Iلْباَرِءُ)•  (Iلْمُصَوِّرُ) • (Iلْغَفّاَرُ) • (Iلْقَهّاَرُ) • (Iلْوَهّاَبُ)•  (IلرَّزَّIقُ) • (Iلْفَتّاَحُ) • (Iلْعَلِيْمُ) • (Iلْقاَبِضُ) • (Iلْباَسِطُ) • (Iلْخاَفِضُ) • (IلرَّIفِعُ) • (Iلْمُعِزُّ) • (Iلْمُذِلُّ) •  (Iلسَّمِيْعُ) • (Iلْبَصِيْرُ) • (لْحَكَمُ)•  (Iلْعَدْلُ) • (Iلّلَطِيْفُ) • (Iلْخَبِيْرُ) • (Iلْحَلِيْمُ)• (Iلْعَظِيْمُ) • (Iلْغَفُوْرُ) • (Iلشَّكُوْرُ) • (Iلْعَلِيُّ)•  (Iلْكَبِيْرُ) • (Iلْحَفِيْظُ) • (Iلْمُقِيْتُ) • (Iلْحَسِيْبُ) • (Iلْجَلِيْلُ) • (Iلْكَرِيْمُ) • (Iلرَّقِيْبُ) • (Iلْمُجِيْبُ) • (IلْوIسِعُِ) • (Iلْحَكِيْمُ) • (Iلْوَدُوْدُ) • (Iلْمَجِيْدُ) • (Iلْباَعِثُ) • (Iلشَّهِيْدُ) • (Iلْحَقُّ) • (Iلْوَكِيْلُ) • (Iلْقَوِيُّ) • (Iلْمَتِيْنُ) • (Iلْوَلِيُّ)•  (Iلْحَمِيْدُ) • (Iلْمُحْصِيْ) • (Iلْمُبْدِءُ) • (Iلمُعِيْدُ) • (Iلْمُحْيِيْ) • (Iلْمُمِيْتُ) • (Iلْحَيُّ) • (Iلْقَيُّوْمُ)•  (IلْوIجِدُ) • (Iلْماَجِدُ) • (IلْوَIحِدُ) • (Iلْاَحَدُ)•  (Iلصَّمَدُ) • (Iلْقاَدِرُ) • (Iلْمُقْتَدِرُ) • (Iلْمُقَدِّمُ)  (Iلْمُئَخِّرُ) • (Iلْاَوَّلُ) • (Iلاخِرُ) • (Iلظَّاهِرُ)•  (Iلْباَطِنُ) • (Iلْوَلِيُّ) • (Iلْمُتَعاَلِيْ) • (Iلْبَرُّ) • (IلتَّوّIَبُ) • (Iلْمُنْتَقِمُ) • (Iلْعَفْوُ) • (Iلرَّءُوْفُ)• (ماَلِكَIلْمُلْكِ) • (ذُوIلْجَلاَلِ وَIلاِكْرIَمِ) • (Iلْمُقْسِطُ) • (Iلْجاَمِعُ) • (Iلْغَنِيُّ) •  (Iلْمُغْنِيْ) • (Iلْماَنِعُ) • (Iلضّاَرُّ) • (Iلنّاَفِعُ) • (Iلنُّوْرُ) • (Iلْهاَدِي) • (Iلْبَدِيْعُ) • (Iلْباَقِيْ) • (IلْوIَرِثُ) • (Iلرَّشِيْدُ) • (Iلصّاَبُوْرُ)•



Berikut ini adalah 99 nama Allah SWT beserta artinya :
1. Ar-Rahman (Ar Rahman) Artinya Yang Maha Pemurah
2. Ar-Rahim (Ar Rahim) Artinya Yang Maha Mengasihi
3. Al-Malik (Al Malik) Artinya Yang Maha Menguasai / Maharaja Teragung
4. Al-Quddus (Al Quddus) Artinya Yang Maha Suci
5. Al-Salam (Al Salam) Artinya Yang Maha Selamat Sejahtera
6. Al-Mu'min (Al Mukmin) Artinya Yang Maha Melimpahkan Keamanan
7. Al-Muhaimin (Al Muhaimin) Artinya Yang Maha Pengawal serta Pengawas
8. Al-Aziz (Al Aziz) Artinya Yang Maha Berkuasa
9. Al-Jabbar (Al Jabbar) Artinya Yang Maha Kuat Yang Menundukkan Segalanya
10. Al-Mutakabbir (Al Mutakabbir) Artinya Yang Melengkapi Segala kebesaranNya
11. Al-Khaliq (Al Khaliq) Artinya Yang Maha Pencipta
12. Al-Bari (Al Bari) Artinya Yang Maha Menjadikan
13. Al-Musawwir (Al Musawwir) Artinya Yang Maha Pembentuk
14. Al-Ghaffar (Al Ghaffar) Artinya Yang Maha Pengampun
15. Al-Qahhar (Al Qahhar) Artinya Yang Maha Perkasa
16. Al-Wahhab (Al Wahhab) Artinya Yang Maha Penganugerah
17. Al-Razzaq (Al Razzaq) Artinya Yang Maha Pemberi Rezeki
18. Al-Fattah (Al Fattah) Artinya Yang Maha Pembuka
19. Al-'Alim (Al Alim) Artinya Yang Maha Mengetahui
20. Al-Qabidh (Al Qabidh) Artinya Yang Maha Pengekang
21. Al-Basit (Al Basit) Artinya Yang Maha Melimpah Nikmat
22. Al-Khafidh (Al Khafidh) Artinya Yang Maha Perendah / Pengurang
23. Ar-Rafi' (Ar Rafik) Artinya Yang Maha Peninggi
24. Al-Mu'izz (Al Mu'izz) Artinya Yang Maha Menghormati / Memuliakan
25. Al-Muzill (Al Muzill) Artinya Yang Maha Menghina
26. As-Sami' (As Sami) Artinya Yang Maha Mendengar
27. Al-Basir (Al Basir) Artinya Yang Maha Melihat
28. Al-Hakam (Al Hakam) Artinya Yang Maha Mengadili
29. Al-'Adl (Al Adil) Artinya Yang Maha Adil
30. Al-Latif (Al Latif) Artinya Yang Maha Lembut serta Halus
31. Al-Khabir (Al Khabir) Artinya Yang Maha Mengetahui
32. Al-Halim (Al Halim) Artinya Yang Maha Penyabar
33. Al-'Azim (Al Azim) Artinya Yang Maha Agung
34. Al-Ghafur (Al Ghafur) Artinya Yang Maha Pengampun
35. Asy-Syakur (Asy Syakur) Artinya Yang Maha Bersyukur
36. Al-'Aliy (Al Ali) Artinya Yang Maha Tinggi serta Mulia
37. Al-Kabir (Al Kabir) Artinya Yang Maha Besar
38. Al-Hafiz (Al Hafiz) Artinya Yang Maha Memelihara
39. Al-Muqit (Al Muqit) Artinya Yang Maha Menjaga
40. Al-Hasib (Al Hasib) Artinya Yang Maha Penghitung
41. Al-Jalil (Al Jalil) Artinya Yang Maha Besar serta Mulia
42. Al-Karim (Al Karim) Artinya Yang Maha Pemurah
43. Ar-Raqib (Ar Raqib) Artinya Yang Maha Waspada
44. Al-Mujib (Al Mujib) Artinya Yang Maha Pengkabul
45. Al-Wasi' (Al Wasik) Artinya Yang Maha Luas
46. Al-Hakim (Al Hakim) Artinya Yang Maha Bijaksana
47. Al-Wadud (Al Wadud) Artinya Yang Maha Penyayang
48. Al-Majid (Al Majid) Artinya Yang Maha Mulia
49. Al-Ba'ith (Al Baith) Artinya Yang Maha Membangkitkan Semula
50. Asy-Syahid (Asy Syahid) Artinya Yang Maha Menyaksikan
51. Al-Haqq (Al Haqq) Artinya Yang Maha Benar
52. Al-Wakil (Al Wakil) Artinya Yang Maha Pentadbir
53. Al-Qawiy (Al Qawiy) Artinya Yang Maha Kuat
54. Al-Matin (Al Matin) Artinya Yang Maha Teguh
55. Al-Waliy (Al Waliy) Artinya Yang Maha Melindungi
56. Al-Hamid (Al Hamid) Artinya Yang Maha Terpuji
57. Al-Muhsi (Al Muhsi) Artinya Yang Maha Penghitung
58. Al-Mubdi (Al Mubdi) Artinya Yang Maha Pencipta dari Asal
59. Al-Mu'id (Al Muid) Artinya Yang Maha Mengembali dan Memulihkan
60. Al-Muhyi (Al Muhyi) Artinya Yang Maha Menghidupkan
61. Al-Mumit (Al Mumit) Artinya Yang Mematikan
62. Al-Hayy (Al Hayy) Artinya Yang Senantiasa Hidup
63. Al-Qayyum (Al Qayyum) Artinya Yang Hidup serta Berdiri Sendiri
64. Al-Wajid (Al Wajid) Artinya Yang Maha Penemu
65. Al-Majid (Al Majid) Artinya Yang Maha Mulia
66. Al-Wahid (Al Wahid) Artinya Yang Maha Esa
67. Al-Ahad (Al Ahad) Artinya Yang Tunggal
68. As-Samad (As Samad) Artinya Yang Menjadi Tumpuan
69. Al-Qadir (Al Qadir) Artinya Yang Maha Berupaya
70. Al-Muqtadir (Al Muqtadir) Artinya Yang Maha Berkuasa
71. Al-Muqaddim (Al Muqaddim) Artinya Yang Maha Menyegera
72. Al-Mu'akhkhir (Al Muakhir) Artinya Yang Maha Penangguh
73. Al-Awwal (Al Awwal) Artinya Yang Pertama
74. Al-Akhir (Al Akhir) Artinya Yang Akhir
75. Az-Zahir (Az Zahir) Artinya Yang Zahir
76. Al-Batin (Al Batin) Artinya Yang Batin
77. Al-Wali (Al Wali) Artinya Yang Wali / Yang Memerintah
78. Al-Muta'ali (Al Muta Ali) Artinya Yang Maha Tinggi serta Mulia
79. Al-Barr (Al Barr) Artinya Yang banyak membuat kebajikan
80. At-Tawwab (At Tawwab) Artinya Yang Menerima Taubat
81. Al-Muntaqim (Al Muntaqim) Artinya Yang Menghukum Yang Bersalah
82. Al-'Afuw (Al Afuw) Artinya Yang Maha Pengampun
83. Ar-Ra'uf (Ar Rauf) Artinya Yang Maha Pengasih serta Penyayang
84. Malik-ul-Mulk (Malikul Mulk) Artinya Pemilik Kedaulatan Yang Kekal
85. Dzul-Jalal-Wal-Ikram (Dzul Jalal Wal Ikram) Artinya Yang Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan
86. Al-Muqsit (Al Muqsit) Artinya Yang Maha Saksama
87. Al-Jami' (Al Jami) Artinya Yang Maha Pengumpul
88. Al-Ghaniy (Al Ghaniy) Artinya Yang Maha Kaya Dan Lengkap
89. Al-Mughni (Al Mughni) Artinya Yang Maha Mengkayakan dan Memakmurkan
90. Al-Mani' (Al Mani) Artinya Yang Maha Pencegah
91. Al-Darr (Al Darr) Artinya Yang Mendatangkan Mudharat
92. Al-Nafi' (Al Nafi) Artinya Yang Memberi Manfaat
93. Al-Nur (Al Nur) Artinya Cahaya
94. Al-Hadi (Al Hadi) Artinya Yang Memimpin dan Memberi Pertunjuk
95. Al-Badi' (Al Badi) Artinya Yang Maha Pencipta Yang Tiada BandinganNya
96. Al-Baqi (Al Baqi) Artinya Yang Maha Kekal
97. Al-Warith (Al Warith) Artinya Yang Maha Mewarisi
98. Ar-Rasyid (Ar Rasyid) Artinya Yang Memimpin Kepada Kebenaran
99. As-Sabur (As Sabur) Artinya Yang Maha Penyabar / Sabar
Semoga bermanfaat dan kita sebagai umat muslim selayaknya mampu menghapalkan  agar keimanan kita semakin bertambah. Amin

Categories

Assalamu'alaikum...

Hadapi dengan senyumann

Seorang anak bungsu dari 6 bersaudara yang terlahir atas nama cinta-Nya yang suci.

 
Copyright 2009 Ahmad Firdaus